Entry: Satrapi, Satrapi Thursday, April 27, 2006



Tadi siang, sebelum ke kantor, memutuskan untuk mampir di Gramedia Matraman. Maksudnya cuma mau ngeliat, 'Bordir', novel grafisnya Marjane Satrapi yang katanya udah diterjemahin itu udah ada belum di sana. Dan ternyata ada.

Pokoknya harus langsung beli. Apa pun untuk Satrapi. Graphic novelist asal Iran ini udah membuat aku terpukau sejak pertama kali mbaca terjemahan 'Persepolis' yang diterbitin sama Resist Book. Ceritanya sebenarnya sederhana, tentang masa kecilnya, keluarganya, tapi keluarga Satrapi sendiri adalah keluarga yang menarik; liberal, modern, berasal dari kalangan menengah ke atas yang terpelajar, dan terpaksa berhubungan dengan keseharian Iran yang pemerintahannya dikuasai para mullah. Bisa membayangkan nggak, ibunya Satrapi adalah penggemar berat Simone de Beauvoir, berhadapan dengan situasi sosial politik Iran yang saat itu, pada awal-awalnya tidak kondusif terhadap perempuan?

Situasi-situasi yang sulit dan/atau tragis, ia gambarkan dengan sederhana, tapi tetap witty dan tidak dangkal.

Anyway, minggu ini, aku punya dua pahlawan perempuan baru, Woolf dan Satrapi.

Pas mau mbayar pake debet Mandiri, ternyata nggak bisa, minimal harus Rp 50 ribu. "Tapi biasanya bisa kok mbak nggak harus 50 ribu," aku lagi ngeyel.
"Oh, itu kalo BCA mbak.."
"Oke, pake BCA deh."

Rada deg-degan juga sih, soalnya saldo di BCA tinggal 59 ribu. Tapi untungnya bisa. Btw, salah satu alasan aku beli 'Bordir'/'Embroideries' ini demi mengakali daftar bacaan yang harus selesai bulan ini. Sebenernya aku berharap selesai Woolf's A Writer Diary weekend lalu, tapi ternyata nggak...Dan karena ini novel grafis, jadi terpenuhilah bacaan bulan ini, hahahaha. Yah, nggak juga sih, masih kurang satu lagi sebenernya...

Hmm, mbaca karya-karyanya Satrapi jadi teringat sama apa yang terjadi di sekitarku saat ini, bagaimana konservatisme jadi sebuah tindakan yang anarkis. Belum lagi RUU APP yang meresahkan itu. Duh, apakah akhirnya kita akan jadi seperti Iran?

   1 comments

firman firdaus
May 8, 2006   01:47 PM PDT
 
hehehe. i'm not quite understand about iran, tapi cukup salut sama ke-mbeling-an mereka terhadap Amerika. soal RUU APP, ga usah dipusingin. toh bejibun UU di negeri ini ga ada yg jalan, hehe.

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments