Entry: Multitasking Tuesday, November 22, 2005



Multitasking, atau secara sederhananya, kemampuan melakukan dua atau lebih tugas secara bersamaan, entah kenapa, lebih sering hak miliknya terletak pada kaum perempuan. Multi-task katanya berhubungan dengan kemampuan otak perempuan, atau pola pikir (saya agak lupa-lupa ingat tepatnya),i untuk berkonsentrasi dalam melakukan beberapa hal secara bersamaan. Mungkin hal ini sama seperti kemampuan membaca peta yang katanya lebih dimiliki kaum pria.

Sebelum ada teriakan-teriakan tentang kesetaraan gender, saya mau menegaskan, tentu saja, ini tidak mutlak. Saya bisa menyebutkan setidaknya lima perempuan yang saya kenal, yang dapat membaca peta dengan baik. Tapi, dalam semangat yang saya, membuktikan ke-tidakmutlak-an pembatasan tersebut, kenapa ya, saya jarang melihat seorang pria ber-multitask?

Baru hari ini di Gramedia saya melihatnya. Dan, herannya, kok saya takjub ya melihat seorang pria ber-multitask? Seperti... melihat monyet merangkai bunga. No offense. Tapi, tahu kan ungkapan monyet dikasih bunga? (Atau kera mendapat bunga?)

Anyway, tadi siang, di Gramedia Citraland, ada lelaki bertubuh tambun, berkacamata, dan memiliki brewok yang lumayan lebat, berdiri di depan tumpukan buku bertanda "Best Seller" (yang isinya: buku-buku self-help tentang meraih kesuksesan dan spiritualitas pop semi nyastra Paulo Coelho). Mata si lelaki tambun itu tetap memindai judul buku-buku yang bertumpuk dengan cepat. Dagunya terangkat ketika melongok menjauh, memeriksa judul di ujung tumpukan yang lebih jauh, lalu bola matanya menyusur ke kanan, berpindah cepat ke tengah, lalu ke tumpukan yang lebih dekat dengannya. Dan selama ia melakukan itu, jempol seukuran sosis raksasa itu tak henti-hentinya meninju-ninju keypad hape-nya yang mungil.

Saking agak lamanya ia memindai judul sambil tangannya meninju keypad, saya sampai tersadar akan gerakannya dan bertanya, "Ini orang ngapain sih? Ngirim sms ya?"

Dan pada detik itu pula, lelaki berkulit kuning di samping tumpukan buku menunduk dan melihat ke layar LCD hape-nya. Oh, ternyata benar, dari tadi memang dia sedang ber-multitask; mengetik sms dan melihat judul-judul buku. Wah, saya kagum. Cuma karena stigma pria tidak bisa ber-multitask, dan baru sekali ini saya melihat seorang pria ber-multitask.



   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments