Entry: Pada Awalnya, Pada Akhirnya Monday, February 20, 2006



Pada awalnya, pertemuan sekilas dengan sesosok santun di Sabtu siang. Lalu, aku pulang dan ngebut membaca 'Ziarah' --yang sebenarnya juga nggak bisa dibilang ngebut, karena baru selesai hari ini-- Dan pada akhirnya, sebuah kesimpulan; "Gila, 'Ziarah' itu dashyat banget. Apa yang sudah disampaikan Ayn Rand lewat 'The Fountainhead' dalam 720 halaman, bisa disampaikan oleh Iwan Simatupang dengan lebih baik dalam 140 halaman."

Lebih baik, karena, pertamanya, lebih singkat. Entah kenapa, buat aku itu artinya less self-indulgent. Kedua, disampaikan dalam bahasa ibuku sendiri. Ketiga, ada lebih banyak ungkapan-ungkapan yang quotable dan dapat 'digunakan' dalam kehidupan sehari-hari, sementara dialog-dialog 'Fountain..' lebih...panjang, menjelaskan, dan tidak quote-friendly. (Hmm, apakah berarti aku termasuk tipe 'pengutip'? Biasanya aku memasukkan para pengutip itu ke kategori sombong. But I don't feel like a snob doing that, karena memang nggak banyak kesempatannya juga...tapi yang terakhir ini sepertinya lebih sebagai pembelaan diri.)

Ah, Fountainhead...yang kuingat dengan jelas darinya; nama Howard Roark (menjelaskan sekali karakter si tokoh), deskripsi mengagumkan tentang arsitektur suatu bangunan, dan ya..tentu saja pembelaan diri Roark, monolog yang puanjang banget itu. One of those books I've read, gara-gara..(lagi-lagi) Rory Gilmore.

Btw, boleh nggak sih laporan sama sosok santun itu, aku sudah mengerjakan pekerjaan rumah darimu lho...

   1 comments

Atas
February 21, 2006   05:26 PM PST
 
am memorising some sinatra's song to sing in front of everybody now ... well its my company's tradition .. dont mind that ...

but when i think of sinatra, i think of you ...
it might sounds bizzare ... but i remember those days when we are roomates ...
you would play sinatra a whole night long ... while you were reading and i was sleeping ...

gosh, i miss you nari!!!!!!

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments