Entry: Peucang! Thursday, July 31, 2008



If I'm only allowed one big change in life this year, then let it be the start of my travelling years to come.

Peucang sebenarnya adalah perpisahan kecil kita, bukan 'perjalanan' dalam arti sebenarnya. Atau setidaknya seperti yang dimaksudkan Kerouac. Tapi tempatnya sangat indah and it has all the hassles and stories of a travelling experience.

Aku membawa Fiestanya Hemingway, On the Roadnya Kerouac, sama buku puisinya Chairil (karena aku berpikir kata-katanya akan punya resonansi makna yang berbeda ketika keluar dari kungkungan kota) dan hampir semuanya tidak terbaca. Kecuali lima sampai tujuh halaman Kerouac sih.

Against the overflowing masses of blue water, I turn numb when it come to words.

Yang justru terpakai malah bathing suit. It really was some sort of private beach for us. Practically, there's no one.

Bukan hanya pengalaman pasir putih plus laut biru sih, ada light trekking dan canoeing. Lima bulan di dalam ruangan membuatku jadi agak-agak kehilangan kata-kata ketika melihat luar ruang. Cuma bisa bilang, "bagus bangeeettt." 

Hampir semuanya dadakan. Dari sewa kapal, sewa kamar sampai sewa mobil yang membawa balik ke Jakarta. Jatuhnya memang agak mahal, tapi lumayan standar dibandingin perjalanan lain ke tempat itu.

Aku malah jadi merasa kata-kata ini agak-agak tanpa makna. Foto-foto, seperti biasa, ada di Multiplyku dan Facebook.

(Ini masih versi yang nggak lengkap dan amatir. Safiermac, our portable James Nachtwey (hehe), was kind enough to take our picture canoeing, trekking, candidly yet with high technical difficulties. As soon as he burned those photos to a CD (or a DVD ROM), I'll provide the link.)

(And, here's the link. Not photo of us, but of the island for his photo essay. Really dude, 'bergumul di birunya laut', 'jari telunjuk semakin intim dengan shutter kamera', your picture needs no introduction.)

Ok, I'm gearing up for Vietnam and Cambodia.  

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments