Entry: Bersalah Tuesday, July 01, 2008



Ingat nggak, sale-sale penutupannya QB itu masih menyisakan trauma yang membekas sampai sekarang?

Trauma karena beberapa alasan. Pertama, that I spend a ridiculous amount of money for those sales. Dan, sampai sekarang, muncul rasa bersalah melihat buku-buku yang halamannya masih terlihat renyah karena belum sempat dibuka.

Oke, sale itu mengenalkan aku buku hariannya Virginia Woolf, Joyce, sebagian Eudora Welty, lebih banyak Fitzgerald, sekelumit George Eliot, Balzac, Tolstoy, dst, dst. Tapi aku juga jadi ingat sama Welty-Welty yang belum sempat terbuka, biografinya Edna St Vincent Millay, antologi wawancaranya Allen Ginsberg, setumpuk Alice Munro dan (karena ingin membaca seseorang bernama belakang Rusia) Virgin Soil-nya Ivan Turgenev. Itu cuma menyebut beberapa alasan aku merasa bersalah.

Dan aku punya banyak alasan untuk merasa bersalah. Karena saat memilihnya, aku selalu siap dengan berbagai justifikasi dan alasan.

Tapi QB ternyata belum melepaskan cengkeramannya padaku. Well, mungkin karena I'm a no good addict yang nggak punya disiplin diri ya.

Pas Sabtu kemarin liputan di Pesta Buku Jakarta, aku menemukan satu kios yang masih menjual buku-bukunya sisa QB. Ada 'This Side of Paradise' yang dijual 20 ribu sahaja.

Kumpulan cerpennya Raymond Carver, dijual dengan harga sama. Plus antologi tulisan musik terbaik tahun 2000, salah satu penulisnya adalah Susan Orlean ('Pencuri Anggrek').

Tangan ini sudah otomatis mengambil dua buku lagi (masih dengan harga 20 ribu) sebelum akhirnya menyadarkan diri akan jumlah uang di dompet. Yang ternyata cuma Rp 40 ribu plus plus (lembar ribuan).

Raymond Carver is a definite yes. Antologi tulisan musik terbaik itu dipilih karena harganya cuma Rp10 ribu (!) dan hasrat terpendamku untuk jadi Caroline Fortis. (Di High Fidelity versi film, menjelang akhir, karakter Rob Gordon-nya John Cusack dihadapkan pada perempuan muda usia 26 yang bekerja jadi peresensi musik di sebuah zine dan mewawancarai karakternya Cusack. Gordon yang snob dengan pengetahuan musiknya, pada Caroline, bilang, "You're that Caroline Fortis? I read your column. You really know what you're talking about." Iya. Gue cuma pengen jadi orang yang benar-benar tahu akan apa yang gue tulis. Jadi aku pengen melihat cara orang lain menulis musik, dari metode sampai sudut pandang, sampai cara menggali  topiknya. Dan bagaimana mereka bisa percaya diri sama sudut pandangnya itu, atau pilihan topiknya. So there.)

Sebenarnya ada antologi lengkapnya Allen Ginsberg. Yang harganya cuma Rp 30 ribu. Dan 'Howl' ada di dalamnya. Tapi sudahlah. Let's be a better (wo)man. 

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments