Entry: Antara Label atau Cinta di Manhattan Monday, June 23, 2008



Bahkan dengan standar khususnya SATC ya, aku kok agak kecewa dengan hasilnya di film. Aku membayangkan ada permainan kata yang jenaka, banyak, seperti di serialnya. Tapi kemarin nggak ada yang istimewa.

Aku berharap pada sinismenya Miranda yang ternyata sudah nggak ada. Dia 'cuma' digambarkan sebagai perempuan menikah dengan kesulitannya membagi waktu. Setidaknya, dari seorang Miranda, aku berharap pada sinismenya itu yang membuat dia jadi seimbang.

Ceritanya Charlotte juga cuma bahagia terus. Ada yang (agak) lucu sih. Tapi tidak istimewa.

Carrie, terlepas dari 'kesialannya' dengan Big ya, masih jadi sosok egosentris yang semuanya harus berputar di sekitar dia. Contoh nomor 1, di adegan Carrie, Charlotte, Miranda baru ketemu sebelum lelang perhiasan Christie's, yang Carrie bilang tentang Miranda 'seharusnya' iri sama dia gara-gara dapat surga real estat Manhattan itu sementara Miranda tinggal di Brooklyn?

Terus, lagi, pas Carrie-Miranda lagi milih kostum Halloween dan ada anak kecil lari-lari pakai masker monster. Aku seharusnya berada di pihaknya Carrie, tapi ada yang terkesan smug dan tidak simpatik saat Carrie bilang, "It takes more than that for me to be scared after what Big put me through."

Mungkin karena adegan si anak lari-lari pakai masker itu memang nggak nakutin, jadi ketika si Carrie ngomong gitu, aduh drama queen banget sih.

Aku selalu (paling) suka jatah cerita yang dikasih ke Samantha. Karena, di antara mereka semua, Samantha-lah yang paling 'diizinkan' oleh penulisnya untuk tetap menjadi dirinya sendiri. Her outrageous, extreme self.

Kompromi bukanlah bahasa yang ia mengerti. Mungkin kalau Samantha Jones punya aforisma, maka itu ialah, "I love you, but I love me more."

Ada sih di sini momen saat Samantha diberi dialog yang lucu. Tapi perempuan ini kan, di televisi, benar-benar bisa membuat tergelak berkali-kali. Kok sekarang, dari momen lucu yang sudah terbatas itu, salah satunya adalah salah ucap tak kreatif antara 'deck' dan 'dick'.

Walaupun pada akhirnya, Samantha masih diizinkan kembali pada dirinya sendiri. Yang malah jadi pelajaran terbaik dari film ini.

Geli sih waktu mendengar dialog-dialog yang menegaskan, bagi perempuan-perempuan ini, bahwa Manhattan adalah batas peradaban (Brooklyn sudah tidak beradab buat mereka). Tapi, hey, snob-isme Manhattan adalah salah satu alasan kenapa serial ini berpengaruh kan?

Antara itu dan label desainernya.    

Oh ya, anak ceritanya Jennifer Hudson juga datar-datar saja. Maksudnya, kalau tujuannya untuk diparalelkan dengan ceritanya Carrie, kurang kuat.

Tapi ya sudahlah. Masih tetap seru. Apalagi kalau aku jadi bagian dari rombongan yang paling ramai seruangan, haha. Itu belum pernah terjadi sebelumnya.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments