Entry: Dicari: Oksitosin Wednesday, May 21, 2008



Membaca-baca CLEO-nya Rani dan menemukan artikel berjudul: "Are You a Sleep-Deprived Bitch?"

Menurut artikelnya, 'inti' dari bitch yang kekurangan tidur adalah seseorang yang berperilaku di luar 'garis' kepribadiannya. Atau, diri kita yang ngantuk itu berperilaku berbeda dari diri kita yang normal. Dan untuk lari dari realita yang kekurangan tidur, kepribadian kita yang ngantuk itu mengadopsi kepribadian kedua yang lebih kuat, keras, berani, lebih baik..dan lebih bitchy.

"Usually, this person has habits and manners that we thoroughly dislike--if you met your second, sleepy personality, you'd be disgusted with her."

Hmm, enggak juga sih. Ada hal-hal yang aku sukai kok dari karakter keduaku itu. Lebih berani, kayaknya iya. Lebih bisa ketawa, iya (aku nggak ingat kapan terakhir kali bisa banyak hari berturut-turut tersedak minuman karena ketawa. Parah sih kelihatannya). Tapi aku merasa jadi terlalu judgmental gitu. Dan bahan omongannya jadi super terbatas.

Yang dulunya ngomong masalah astrologi itu cuma jadi sekadar bumbu, kenapa sekarang jadi menu utama?

Tapi salah satu karakter pelariannya adalah orang-orang setia yang jadi lebih suka 'bermain' atau orang yang suka 'bermain' jadi monogamis (halah, masa?), atau orang royal jadi pelit, atau introvert jadi ekstrovert, orang cerewet jadi pendiam, dan "normally nice women become utter bitches".

Ada orang yang memasuki kondisi depresif dan menginternalisasi energi negatif mereka, mencari pelarian dari halusinasi yang disebabkan oleh kelelahan dengan cara alkohol dan seks (salah satunya).

Hmm, pantas aja aku sudah tiga minggu terakhir sangat, sangat, sangat menginginkan mengulum sesuatu yang alkoholik.

Seks, nggak sejauh itu sih. Punya kissing buddy saja sepertinya sudah cukup.

Ya, ya.

Ada yang mencari asupan oksitosin yang biasanya tersedia dalam dosis teratur, terus tiba-tiba drop, dan sekarang jadi kelimpungan. Ada juga yang mencoba menurunkan grafik kadar ke-stress-an. Aku, cuma merasa itu bagian dari menjadi muda. Dan, oh, ya, itu bakal jadi distraksi yang (sangat) menyenangkan.

Jadi, Tuhan (d'oh, kalau sudah gini aja, baru bawa-bawa nama Tuhan), oke, iya, aku mengerti, relationship itu susah dan rumit dan melelahkan dan penuh drama dan butuh komitmen. Dan mungkin mengirim kandidatnya itu lebih susah.

Mungkin nggak kalau aku dikasih kissing buddy aja?

Yang bisa tersedia setiap waktu gitu, kalau dibutuhkan.
Dan nggak perlu orang yang berpikir positif tentang Chekhov atau malah tahu Chekhov sama sekali.
Biar nggak kepikiran kissing random people on the street. (Hmm, kalau bener dilakuin, kan nggak ada bedanya sama eksibisionis yang suka 'pamer' di jalan ya?)
Dan biar nggak sariawan. (Well, ini belum terbukti secara ilmiah sih. Atau sudah tapi aku belum dengar?)
Masa cuma bisa dapat fantasi-fantasi sama Channing Tatum?
Duuhh.

Si pencari oksitosin bilang sesuatu tentang lelaki gampangan. "Dia tuh cowok gampangan lagi. Sekarang harus dilihat, cowok juga bisa gampangan. Jadi kita nggak cuma dianggap korban aja."

Ya, ya, ya.

---

Btw, aku baru lihat dua filmnya Wong Kar Wai sih, My Blueberry Nights sama 2046. Is it just me atau Wong Kar Wai selalu punya cara kreatif untuk membuat karakter-karakternya berciuman?

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments