Entry: Run Baby Run Monday, December 26, 2005



Percakapan awalnya berjalan normal. Sampai aku melihat seseorang memencet tuts telepon, dan deringan terdengar dari jarak dekat.

Love can be so strange
Don't it amaze you?
Every time you give yourself away
It comes back to haunt you
Love's an elusive charm and it can be painful

Seseorang di dekatku melihat ke arah layar LCD dan mengangkatnya. "Halo?" sapanya dengan lembut. Dari seberang, aku melihat kepala yang bergerak menyembunyikan diri dari tatapan tajamku, sedikit di belakang komputer.

Ah, aku mengerti tanda-tanda itu. Remote control mini dari sebuah mp3 player aku pencet beberapa kali. Volume kini berada di ambang 20.

Berbahaya untuk telingaku, aku tahu. Tapi setidaknya itu mengamankan hati dari reaksi-reaksi yang membuat orang lain tidak nyaman.

To understand thIS CRAZY WORLD
BUT YOU'RE NOT GONNA CRACK
NO YOU'RE NEVER GONNA CRACK

RUN MY BABY RUN MY BABY RUN
RUN FROM THE NOISE OF THE STREET AND THE LOADED GUN
TOO LATE FOR SOLUTIONS TO SOLVE IN THE SETTING SUN
SO RUN MY BABY RUN MY BABY RUN

Di depan, perempuan muda itu mulai berdiri, membereskan barang-barangnya. Teleponnya sudah dimatikan. Di sebelah, sosok pemegang telepon juga sudah menjauhkan gagang dari kepalanya, tapi gelombang-gelombang elektromagnetik telepon genggamnya masih terpancar di layar komputerku.

LIFE CAN BE SO CRUEL
DON'T IT ASTOUND YOU?
SO WHEN NOTHING SEEMS TOO CERTAIN OR SAFE

Di sebelahku, sosok itu memencet sesuatu, dan ia meletakkan telepon genggam di sisi kiri layar komputernya. Ia kembali melihat ke layar, dan mengarahkan panah mouse ke ujung kiri layar, dan mematikan komputer. Ah, keadaan mulai aman.

LET IT BURN THROUGH YOU
YOU CAN KEEP IT PURE ON THE INside
And you know what you believe to be right
So you're not gonna crack
No you're never gonna crack

(Duh, Tuhan. Terima kasih atas mp3 player, atau earphone lah setidaknya. Tapi, aku kok jahat sih? Kenapa sih, nggak bisa normal aja?)

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments