Entry: Film Anonymous Monday, May 19, 2008



Jumat pagi minggu lalu baru tersadar, lho kok Eskapisme fotonya hitam putih semua ya?

Di minggu aku memutuskan untuk menyalahgunakan kekuasaan sebagai pengisi rubrik dengan jadi jurkamnya Katharine Hepburn (The Philadelphia Story), ternyata ada pemutaran film bisunya Fritz Lang diiringi orkestra (Destiny). Jadi ya, 'terpaksa' hitam putih semua.

Ah ya sudahlah, minggu depan tinggal nyari apa yang lagi 'hip'. Dan berwarna fotonya. Pernah nulis tentang film-film Judd Apatow juga kan?

Anyway, otakku kok nggak bisa beranjak dari 'kenapa' ya? Atau, beranjak dari 'apa alasannya'?

Kemarin-kemarin, kenapa menulis. Sekarang, kenapa menonton film.

Maksudnya, aku nggak tahu juga apa gunanya aku nonton film Fritz Lang. Atau kenapa aku panik karena di programnya Kineforum buat Mei 2008 ini ada La Battaglia di Algeri. Alasan paniknya pun nggak terlalu legitimate.

Gara-garanya, pas nonton Starting Out in the Evening, ada adegan yang pasangan Ariel-Casey lagi ngantre mau nonton Girls of Rochefort. Tapi si Caseynya males, karena dia males lihat orang Perancis menyanyi dan menari, tapi mbela-belain karena giliran, biar minggu depannya gantian nonton Battle of Algiers itu. Akhirnya sih mereka nonton film berbeda.

Sudah, cuma gitu aja.

Waktu itu sih aku sebenarnya nggak penasaran-penasaran banget sama Battle of Algiers. Tapi pas lihat di programnya ada, jadi pengen nonton. (Ah, Jumat siang ini nonton ah. Kapan lagi kan?)

Kalau katanya mbak Adele, Should I give up// or should I just keep on chasing pavements// even if it leads nowhere//

Yaa, suka aja sih, ngejar nonton ini, tahu detil itu, memikirkan macam-macam aspeknya. Tapi aku mulai bertanya-tanya, apa sekadar suka aja itu sudah cukup ya untuk 'hidup bersama'?

Kok jadinya seperti aku menyimpan 'beban' useless knowledge gitu. (Ngomong-ngomong, ada nggak sih knowledge yang useless?) Eh tapi ya, kalau lagi duduk di kegelapan bioskop itu, sambil nonton film, aku lebih merasa seperti 'ditemukan' daripada terbenam.

Tiba-tiba jadi merasa lega, nafasnya jadi teratur, nyamaaan banget. Dan aku jadi merasa hidupku itu untuk sesuatu. Ada maknanya gitu.

"Itu kenapa, Dok? Tanda-tanda kecanduan ya?"

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments