Entry: Anti Sosial Friday, May 16, 2008



"Orang bilang sih kita anti sosial. Padahal emang iya."

(kata seorang vokalis band yang kita tonton Rabu kemarin)

Mungkin karena sudah terbiasa kerja malam dengan orang itu-itu saja, yang semakin lama jadi memaklumi satu sama lain, aku jadi lupa berbasa-basi, ikut unggah-ungguh, tata krama, dst.

Basa-basi atau mempertimbangkan orang lain atau apa pun implikasinya berbagi ruang kerja jadi luput dari perhatian.  Ya, gimana enggak, datang kantor sudah sepi.

Ngobrol, makan, bercanda, berinteraksi ya sama orang itu-itu saja yang lama-kelamaan jadi ketebak cerita atau 'trik-triknya'. Pagi, siang, pretty much habis untuk istirahat gitu. Dari yang dulunya bisa memilih jadi anti sosial, sekarang terpaksa jadi anti sosial.

Kemarin-kemarin, lupa tepatnya, sempat datang ke kantor agak 'pagi'. Setiap kubik redaktur masih terisi. Kantor masih lumayan ramai lah.

Terus duduk dan nyalain komputer. Di sebelahnya mejaku ada 'gang' yang memintas jalan dari kamar mandi ke ruang perpustakaan, online, dst, dst.

Sore itu ada seorang ibu, yang sudah sejak lama aku curigai sebagai ibu yang overzealous, lewat di samping mejaku. Di sekitar kakiku ada tas ransel, tas Aksara Goes Green yang isinya baju ganti dan alat mandi ditaruh agak berantakan. Hasilnya sih agak melintangi jalan deket mejaku yang memang sudah sempit itu.

Si ibu ini, waktu lewat, bilang gini, "Maaf ya lewat sini. Jatuh nih (maksudnya ke tas) atau emang sengaja?"

Terus berlalu begitu saja itu ibu. Seperti badai. Nargis mungkin ya?

Perlu beberapa detik setelah Badai Nargis berlalu sampai aku agak tersadar sama apa yang dikatakan. Mungkin ada sinisme sih di situ. Sedikitlah. Tapi aku juga jadi sadar, oh iya ya, orang kan jalan-jalan di sekitar sini. Dan aku naruh barang berantakan.

Biasanya memang pas malam hari, waktu nggak ada orang, menaruh tas sembarangan bukan masalah. Mau ngetik sambil tiduran juga enggak apa-apa. Tapi di sore hari, ini kan masih ruang publik.

Dan jadi teringat juga sama komentar bapak-bapak fotografer yang sebelumnya sudah titip komentar. "Anak-anak siang tuh sudah menjadikan kantor kayak rumah. Bawa bantallah," (etc-nya aku lupa tepatnya). Katanya sih dari segi attitude juga, walaupun aku mempertanyakan bukti dasarnya apa. But well, iya sih, kemarin-kemarin aku sudah memikirkan kemungkinan (yang sangat jauh sebenarnya) untuk mengetik pake celana piyama juga.

Gawat.

Iya ya, ini kan kantor. Bukan rumah. Jadi mungkin harus membuat batasan antara membuat nyaman dan membangun sarang.

Dan aku jadi berpikir, apa ya yang bisa dilakukan akhir pekan ini, yang membuatku ketemu orang-orang baru gitu, dan kenalan, ngobrolin sesuatu yang beda selain tentang joke atau cerita atau kebiasaan yang sudah pernah aku ketahui sebelumnya.

Yang memaksaku berbasa-basi dan terlibat percakapan-percakapan segar. Mungkin bukan topiknya yang segar, tapi reaksi yang aku terima dari orang-orangnya. Bisa menyebalkan, bisa menyenangkan, tapi yang penting baru gitu. 

Aku nggak mau jadi anti sosial.

   1 comments

DODO
May 16, 2008   03:41 PM PDT
 
Aku juga ngga mau jadi anti-sosial.

Maaf kalo sok kenal, tp prtama kali baca blog kamu (atas rekomendasi secara ngga langsung dari Ndek) aku jd pengunjung setia blogmu loh (jgn GR ya), walaupun aku tau pasti kalo kamu ngga akan pernah GR ^_^
Tapi asli tulisan kamu bagus, walaupun aku seringkali blm paham ketika baru baca sekali, tp aku cukup menikmati ^_^

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments