Entry: Kangen Tuesday, May 13, 2008



"Ah, gara-gara... nggak tau deh. Gue lagi jadi cewek-cewek yang..."
"Elu nelpon ya?"
"Iya. Dan nggak diangkat."

Ah ya, it takes one to know one. Kekangenan melanda akhir pekan ternyata.

Gara-gara kangen, akhir pekan kemarin aku juga sudah bolak-balik mengeluarkan hape.

Namanya sudah dicari. Sudah ditemukan pula. Tinggal dipencet tombol hijaunya. Eh, tiba-tiba si Rani muncul.

Tapi pas lagi lihat-lihat Forever 21, dia ngabur ke kamar mandi.

Artinya ada kesempatan lagi dong untuk nelpon. Hape pun keluar lagi. Lagi-lagi tinggal dipencet tombol hijaunya.

Batal karena pertanyaan: Nanti mau ngomong apa ya?
Speed Racer?
Halah, basi banget.

Belum sampai memutuskan, Rani lagi-lagi sudah muncul. Terus ke supermarket deh.
Eh, ternyata di situ ada obral DVD. Iseng-iseng nyari, jangan-jangan ada 'Waking Life' (duh, ternyata masih belum lepas dari kekangenan juga).

Ternyata malah nemu To Have and Have Not, Victor Victoria, Gaslight, sama Mutiny on the Bounty yang versi Clark Gable. Dari 134 ribu jadi 40 ribu. Plus satu film Perancis, A Man and a Woman.

Tiba-tiba, semua jadi kembali baik-baik saja. Pengalihannya adalah Bogart dan Bacall.

(Timingnya pas banget nggak sih? Baru aja pas Jumat paginya ngomongin tentang Bogart, eh udah nemu film yang mempertemukan mereka. Dengan harga diskon pula. Mungkin ini yang dibilang Photographer of the Year: Tenang aja, Tuhan tidak pernah tidur. Hehehe)

(Hidup yang kosong nggak sih sebenarnya? Mensubstitusi emosi dengan sebuah produk gitu.)

-----
Aku membaca di suatu tempat, tapi lupa di mana. Tentang kangen yang lebih baik diendapkan saja.

Terus pemandu spiritual yang lebih baik tak disebutkan namanya itu juga menyatakan persetujuannya banget-banget. "Kekangenan itu harus diatasi sendiri. Ketika elu berhasil mengatasinya, itu juga sebuah bentuk pencapaian emosional. Jadi nggak harus ditumpahkan setiap waktu."

Dashyat juga.  

Sekadar tambahan, gara-gara To Have and Have Not yang penuh dengan adegan menyalakan rokok, minta korek, minta dinyalakan rokoknya, dst, kredit rokokku tahun ini menipis dengan cepat.

Terlalu cepat malah.

Dari yang cuma 10 per tahun, kok kayaknya sekarang sudah nggak bersisa ya jatahnya?

Anyway.

Aku berusaha untuk tidak tertegun dengan usia Bacall di film itu (19, btw), tapi tetap nggak bisa.

Dia terlihat begitu...tenang dan mantap untuk usia semuda itu. Benar-benar kaya orang yang sudah melihat semuanya dan nggak takut apa-apa lagi.  But yet, she's so young.

Ah, well.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments