Entry: Mencoba Wednesday, April 30, 2008



Ini sepertinya masih jawaban setengah matang. Tapi aku catat di sini biar tidak lupa. Kalau hanya untuk di sini saja sih, iya memang. Menulis aku gunakan untuk melihat diri, bercermin, mengingat, mencatat peta pemikiran--yang bakal membuatku sadar, hah, ternyata pikiranku pernah sampai di sini? Hal-hal seperti itu lah.

Tapi kalau untuk profesi? Atau untuk khayalan liar yang masih aku bayangkan tentang 'profesi' di masa depan, nah ini aku bingung.

Aku nggak yakin bakal mampu memunculkan tulisan yang bisa membuat orang menahan nafas gitu. Atau mungkin nggak yakin akan pernah mampu. Kesadaran bahwa aku nggak bakal jadi cukup bagus untuk sesuatu yang berarti gitu. Dan ketika sudah nggak mampu atau nggak bakal mampu, terus....(dan ini dengan resiko terdengar fatalis), kenapa terus berusaha ya?

Dosa nggak sih menginginkan tulisanku bisa sehebat itu, bisa mengaduk rasa? Bisa menulis seperti Mini Tolstoy ini?

Apakah, ketika mulai menulis, keinginan untuk menghasilkan sesuatu yang membuat tercekat itu terpisah dari keinginan untuk menulis jujur? Bahwa keinginan menghasilkan sesuatu yang membuat tercekat itu hanyalah bagian dari ego saja? Tapi apa sih ego sebenarnya?

Ha ha. Tampaknya aku berakhir dengan lebih banyak pertanyaan daripada jawaban. Always worth trying, I suppose.

   4 comments

DODO
May 6, 2008   10:25 AM PDT
 
Hmmm. aku sdh comment berkali2 tp ngga bisa terus nih. Itu hrs ak jadikansebuah pertanyaan, pernyataan atau sebuah nasib ?

"Aku nggak yakin bakal mampu memunculkan tulisan yang bisa membuat orang menahan nafas gitu. Atau mungkin nggak yakin akan pernah mampu. Kesadaran bahwa aku nggak bakal jadi cukup bagus untuk sesuatu yang berarti gitu. Dan ketika sudah nggak mampu atau nggak bakal mampu, terus....(dan ini dengan resiko terdengar fatalis), kenapa terus berusaha ya?"
Kmrn, aku menanggapi tulisan -pernyataanmu yg di atas. Soal hubungan pertanyaanmu dn nasb akupun ngga tau, krn pertanyaanmu apa, aku ngga tau ^_^
DODO
May 6, 2008   10:25 AM PDT
 
Hmmm. aku sdh comment berkali2 tp ngga bisa terus nih. Itu hrs ak jadikansebuah pertanyaan, pernyataan atau sebuah nasib ?

"Aku nggak yakin bakal mampu memunculkan tulisan yang bisa membuat orang menahan nafas gitu. Atau mungkin nggak yakin akan pernah mampu. Kesadaran bahwa aku nggak bakal jadi cukup bagus untuk sesuatu yang berarti gitu. Dan ketika sudah nggak mampu atau nggak bakal mampu, terus....(dan ini dengan resiko terdengar fatalis), kenapa terus berusaha ya?"
Kmrn, aku menanggapi tulisan -pernyataanmu yg di atas. Soal hubungan pertanyaanmu dn nasb akupun ngga tau, krn pertanyaanmu apa, aku ngga tau ^_^
isyana
May 1, 2008   09:34 PM PDT
 
sebentar, apa hubungannya pertanyaanku dengan nasib?
DODO
April 30, 2008   02:25 PM PDT
 
Jangan pernah mendahului nasib, krn kita takkan pernh bisa.
Well, just like u said, keep trying ^_^

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments