Entry: Carole Lombard Monday, April 28, 2008



(atau sembarang kesan yang bisa aku tangkap darinya dengan sumber terbatas)

"I've lived by a man's code designed to fit a man's world, yet at the same time I never forget that a woman's first job is to choose the right shade of lipstick."

(Carole Lombard, 1908-1942)

Masa sih, tingginya dia cuma 157 cm? Tapi mungkin yang paling membuatku tertegun adalah fakta bahwa Lombard pernah menikah dengan Clark Gable. Dan dia meninggal karena kecelakaan pesawat.

Katanya "A World of Movies":
She soon became one of the pristine comediennes of the thirties--liberated women who were both glamorous and funny and vastly different to women in pre-depression movies who had played second banana to men or served as mere embellishments. After her marriage to Clark Gable (! catatan pengutip: bisa mbayangin nggak sih married to Clark Gable?) she subordinated her career to his, and was tragically killed in a wartime plane crash.

Ada dua versi di Trivia-nya IMDB yang mungkin saling berhubungan tentang kecelakaan pesawat Lombard. Satu, ibu Lombard sudah meramalkan kecelakaan itu, tapi Lombard berkeras tidak mau naik kereta ke Los Angeles. Alasannya, dia ingin memastikan kebenaran gosip kisah cinta antara Gable dan Lana Turner yang sedang membuat film bersama.

Dua, Lombard memenangi tebakan koin (coin flip) untuk memutuskan naik apa ke Los Angeles. Hmm, kalau katanya Coen Bersaudara lewat Anton Chigurgh, the coin stands for everything  (Kok pas banget ya, baruuu aja nonton 'No Country for Old Men').

Pesawat yang mereka tumpangi adalah pesawat militer yang berhenti di beberapa tempat untuk mengangkut tentara. Tapi setelah perhentian pertama, Lombard dan rombongannya diminta turun biar lebih banyak tentara bisa naik. Mungkin karena Lombard merasa masa depannya dengan Gable lagi dipertaruhkan ya (ini bagiannya interpretasiku ikut bermain-main), dia berkeras dengan mengatakan bahwa, untuk perang, dirinya berhasil mengumpulkan setengah juta dollar. Sehingga ia berhak untuk tetap berada di pesawat. Nggak lama sesudah itu, pesawatnyakecelakaan.

Duh, kok tragis banget sih. Cuma mau menyelamatkan pernikahan kok ya dikasih kecelakaan pesawat. Tapi mungkin pelajarannya di sini, jangan mengungkit-ungkit lagi aksi sumbangan yang sudah pernah diberikan untuk tujuan pribadi kali ya?

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments