Entry: Mumblecore Sunday, April 27, 2008



Oke, menurut artikel ini di TIME, ternyata aku nggak sendiri tentang vinyl dan segala macam urusannya. It's making a comeback among my generation. Wow, ternyata iPod dan semua 'kehalusan' teknologi itu ternyata punya kerugiannya sendiri.

Shall I tell you about the boys that I met over the weekend?
Ya, ada beberapa sih. Pertama, "A World of Movies" (Hahaha. Ingat, my luck?) Cover depannya Bogart dan Bergman di Casablanca. Ya, ya, Bogart itu pendek, pakai sepatu berhak di Casablanca biar lebih tinggi dari Bergman dan biar lebih meyakinkan untuk ngomong, "Here's looking at you, kid!". Dan, menurut wanita simpanannya yang baru meninggal beberapa waktu lalu, dia memakai rambut palsu. Tapi ini tetap Casablanca.

Ceritanya ini buku semi pictorial tentang sejarah perfilman Hollywood. Dan ada sih tentang sutradara atau bintang film Eropa, tapi mereka yang akhirnya sempat mampir di Hollywood juga. Dari era film bisu sampai berbicara sampai sistem bintang. Nggak banyak Katharine atau Audrey Hepburn di situ. Tapi banyak Jayne Mansfield, Jean Harlow, Gloria Swanson, Marlene Dietrich, Greta Garbo, Bette Davis, Joan Crawford,  Barbara Stanwyck, Clark Gable, sampai era Mary Pickford dan Douglas Fairbanks Senior ada di sini.

Beneran deh, tinggal buka aja secara acak buku itu, pasti akan menemukan inspirasi.

Tentang rokok di adegan-adegannya film Dietrich, ditulis begini:
"The cigarette-ubiquitous in every movie where the very soul of sophistication was sought. Surely future historians will look back on this bizarre habit without comprehension. Only when they see Dietrich on film will their eyes open in wonder, and the delectable pasttime become fashionable once more."

Dan tentang Garbo, "They speak of the timeless perfection of her face; of her cool silken presence like a flower untouched; and how, when making love, she would cup a man's head in her hands and drink from his lips as though for nourishment."

Hehe. Nggak tahu sih ini beneran atau enggak. Sistem bintang bukan hanya membantu menciptakan bintang, tapi juga mitos. Legenda. Dewa dan dewi. Garbo adalah salah satunya.

Sisanya sih ada The Sunday Philosophy Club-nya Alexander McCall Smith, sama dua buku lain yang agak lumayan untuk harga yang di bawah 40 ribu. Sunday... malah cuma 25 ribu di World Book Day.

Dan, oh, kemarin baru nonton Funny Ha Ha. Aku ingat kayaknya awal tahun ini bilang kalau my slacker years itu sudah seharusnya selesai. Sudah waktunya grow old and do some shit lah. Tapi, melihat film itu, merasa kalau tahun slackingku baru dimulai.

Marnie-nya di situ pindah-pindah dari satu kerjaan yang tidak sesuai ke kerjaan lain yang juga cuma sementara. Dan yah berpindah dari satu awkward romantic chances ke awkward romantic chances lain. Aku? Well, nggak tahu deh apakah kerjaan ini masih suitable atau enggak. Dan ya, awkward romantic chances? Istilah yang sudah sinonimus dengan namaku akhir-akhir ini.

Tapi, dari buku A World of Movies itu juga baru tahu, "Orson Welles was a mere twenty-five years old when he directed, co-authored and starred in Citizen Kane, a movie closely based on the life of newspaper tycoon, William Randolph Hearst, and regarded by many critics as the best motion picture ever made."

Okeee, aku udah nonton Citizen Kane. Dan sekarang aku jadi deg-degan. Itu, hasil kerja orang umur 25?

Gaahhhh. Mengerikan. Tahun ke-25ku belum ada hasil apa-apa.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments