Entry: How to Read Good pt.2 Sunday, December 25, 2005



Konsep membaca ulang suatu buku kan sebenarnya bukan sesuatu yang aneh ya buatku? Ternyata. Setelah nyadar. 'High Fidelity'? 'Pride and Prejudice'? 'The Catcher in the Rye'? 'Franny and Zooey'?

Tapi ya emang,  membaca ulangnya lebih sebagai usaha untuk menikmati kembali makna-makna yang tersembunyi, mendapatkan pelajaran untuk hidup, bukan untuk teknik penulisan.

Anyway, aku lagi jatuh cinta nih sama antologi-antologi cerpen dari ON/OFF dan Bentang. Waktu ke Yogya, sempat beli dua kopi. Satu yang judulnya 'Sepuluh Kisah Cinta yang Mencurigakan', satunya lagi 'Perempuan Mencatat Kenangan'.

Sebenarnya, aku lebih sempet mbolak-mbalik yang 'Perempuan...' dan tertarik sama isinya. Tapi, udah lebih tergoda sama judul yang satunya.  Akhirnya,  daripada menyesal, beli dua-duanya lah.

Dari yang harganya Rp22.750 each, didiskon 30% jadi Rp16-17an; akhirnya ditawar jadi Rp30 buat dua. Dan boleh!

Anyway, pas mbaca yang 'Sepuluh Kisah..' aku ngerasa tulisan-tulisan yang terkumpul di antologi itu dashyat-dashyat banget tekniknya. Dan pas mbolak-mbalik profil para penulisnya, mbaca tulisan ini:

"On/Off adalah sebuah media yang berniat mewadahi proses menulis, termasuk di antaranya proses menemukan bentuk-bentuk dan teknik-teknik tulisan yang baru.."

Ealah, pantesaan..

Kedashyatan itu ternyata tidak berhenti pada antologi 'Sepuluh Kisah...' . Setidaknya sampai dua cerita pertama di 'Perempuan...' rahangku tak kunjung terangkat dari lantai.

Wow.

Btw, ini back copies-nya antologi yang lain-lain bisa dicari dimana ya di Jakarta?
Dan, apakah mereka masih rutin ngeluarin antologi cerpen yang dashyat-dashyat itu?

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments