Entry: See More Glass Tuesday, March 25, 2008



I wanna talk to Seymour.

(Franny di Franny and Zooey)

Iya, aku juga. Atau berbicara dengan seseorang yang kenal sekali dengan Seymour. Buddy? Ah ya, ada Seymour: An Introduction. Buku itu sebenarnya cuma catatan acak Buddy tentang sosok kakaknya. Yang aku tangkap pun cuma patahan-patahan. Ada yang menarik sih.

Katanya Seymour selalu (atau hanya sekali ya?) mengaduk asbak yang penuh abu rokok untuk mencari Tuhan. He was grinning from ear to ear, dan menurut Buddy, 'seolah ia mencari Tuhan yang sedang meringkuk dan bersembunyi di balik tumpukan abu. Dan dari caranya meringis lebar, ia seperti menemukannya'.

I am not that extreme, because secondhand smoke kills. Tapi sepertinya ada Tuhan di gulungan tisu toilet di kantor. Setiap kali ngambil untuk ngelap tangan, eh selalu aja sudah ada lipatan segitiga di ujungnya, seperti di hotel-hotel itu. Memang bukan sesuatu yang muncul secara ajaib, ada mbak-mbak OG yang selalu melipat tiap orang selesai memakai kubik toilet.

Itu kan sebenarnya futile attempt, usaha yang sia-sia. Maksudnya, kenapa juga. Toh pasti akan selalu ada orang yang masuk, menyobek tisu, bahkan langsung setelah segitiga itu selesai dilipat. Tapi itu tetap dilakukannya. Nggak pernah absen. Karena aku selalu menemukan ujung tisu itu terlipat segitiga selama si mbak masih terlihat.

What I am trying to say is that I see God in that very end of toilet paper. Dan itu seharusnya bisa mengajarkanku sesuatu kan, tentang usaha 'sia-sia' yang tetap harus dilakukan. 'Sia-sia' atau tidak adalah penilaian atas hasil kerja kan? Bukan aku yang menentukan apa itu 'berharga', 'penting' atau 'sia-sia'.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments