Entry: Magnet Friday, February 22, 2008



Saat aku mengira sudah dimuntahkan bulat-bulat oleh institusi tempatku bekerja tanpa menyadari bahwa aku sedang dikunyah, eh ternyata, just when I thought I was out... they pull me back in.

Dan ini untuk suatu proyek yang sangat, sangat menarik.

Aku kaget sama apa yang masih bisa dihasilkan oleh tempat ini. Walaupun mungkin alasan di balik proyek ini tidak murni pengembangan produk, tapi ada unsur-unsur politik yang ikut bermain. But, ah, what the hell, it still is an interesting new project.

Nggak naif sih. Aku sudah bisa membayangkan seberapa capeknya proyek ini, tapi aku masih sangat antusias melakukannya. Mungkin bahayanya kalau antusiasme itu jadi terlalu banyak dan tidak diimbangi dengan kualitas kerja yang jadi turun dan nggak bisa ngejar naik ke atas lagi. Dari segi timbangan, antusiasme sih yang masih lebih berat. Walaupun, sekali lagi, semuanya masih dalam proses simulasi, belum benar-benar terjadi.

Mungkin aku seharusnya sekarang mencari-cari tentang reklamasi pantai utara Jakarta. Tapi membaca-baca, nggak ada yang bisa masuk. Mau pulang dan tidur juga tanggung, di rumah nggak ada orang, dan ini masih tengah hari.

Wow, I've been having such a weird morning.

Nginep di kantor, tidur di sofa ruang pemred, bangun jam 8, dan melihat sekitar udah kosong. Padahal pas jam 6 pagi tadi kayaknya masih pada ngobrol-ngobrol. "Aku ditinggal pulang ya? Haaegghh, udah jam 8." Terus lari-lari ke ruang redaksi sambil masih setengah sadar dan bilang, "Udah jam 8!"

Kepala-kepala orang yang aku kira sudah meninggalkanku pulang lalu bermunculan dari bawah meja kerja para redaktur. Dalam keadaan kurang tidur pun aku masih tahu betapa komiknya momen itu. Ccr juga tiba-tiba kelihatan dan nanya, "Emang kenapa sih jam 8?" Matanya masih setengah terbuka. Akhirnya kita pada nyari lahan bawah meja redaktur yang bisa dibuat tidur. Pilihanku, bawah mejanya Sic yang berfungsi sebagai gudang toko buku onlinenya itu. Ah, my idea of sexual fantasy, tidur dikelilingi buku-buku.

Bas yang membangunkan dan bilang, "Nari, bangun, Nar. Diajak Bang **** sarapan tuh di ruangannya."

Ccr, ketika dibangunin, "Apaan sih? Mau tidur aja. Emang Bang **** di mana?"
Bas: "Udah sampe tuh. Di ruangannya."

Beringsut-ingsut ternyata bukan sekedar sebuah kata. Ada gerakan yang memberi makna pada kata beringsut itu. Gerakan yang aku lakukan saat menuju ruang pemred. Ada boks penuh isi roti-roti coklat, keju, pisang dan berbagai kombinasinya di atas meja oval panjang. Tiga televisi di ruangan itu menyala semua. Volume paling kerasnya dipasang pada monitor tengah, debat politik Hilary-Obama.

Pagi yang aneh karena...bisa membayangkan nggak, at your worst possible hour of the day, pas bangun tidur, belum bener-bener melek, and you look absolutely crap because of not sleeping the whole night, dan baru tidur dua jam dari jam 6 pagi sampai jam 8, belum sikat gigi pula, orang pertama yang kamu temui adalah The Man, The Boss. Rapi, jelas-jelas sudah mandi, tampak segar dibanding kita yang minyakan, masih memakai baju (luar dan dalam) kemarin, dan otak belum bekerja penuh sehingga tidak ada perkataan yang masuk akal.

Dan menghadapi debat politik di televisi, yang dia mengeluarkan komentar-komentar, dan aku nggak bilang apa-apa hanya karena belum benar-benar bangun. Manusiawi memang. Tapi aku kan nggak pengen atasanku melihat itu. Ini kan bukan Tempo yang diceritain Janet Steele itu.

Ah anyway, harusnya sekarang pulang. Tapi malah pengen nge-blog dulu.

Whew, a weird morning.

Sebenarnya aku penasaran dengan hari Senin nanti. Tentang reaksi, tanggapan, apa sebenarnya dibaca atau enggak (secara profesional, aku belum tahu siapa yang membaca tulisanku. Penting nggak sih itu? Seharusnya, jika ada sesuatu yang aku pelajari dari 'Franny and Zooey' adalah 'melakukannya demi Fat Lady' kan ya? Dan nggak ada orang di luar sana yang bukan Fat Lady bagi Seymour [and you know who the Fat Lady is, &etcetera....] Iya kan? Maaf, maaf, masih dalam trance setelah pilgrimage tahunan membaca buku itu), dan beban 'byline' di satu halaman. Tapi ini proyek yang...truly exciting. Dan aku pengen bisa membanggakan apa yang aku kerjakan ini.

Between you and me, Nari, kita tahu kan, masalah terbesarmu ada pada eksekusi dan konsistensi? Tolong ingat itu sebelum kamu menyebut kata 'bangga'.

   5 comments

nari
February 25, 2008   03:37 PM PST
 
waduh mas lanang, tidak pernah sekali pun dalam blog saya, saya menyatakan diri saya sebagai: 1) detektif, 2)mahasiswa paramadina, 3)peduli pada surat kaleng. so, kayaknya ini bukan tempat yang tepat deh untuk menyebar gosip...

ex rekan kerja, ini mbak cleo atau mbak erlangga ya? hehehe. kayaknya emang agak nggak normal sih, tapi kok aku antusias ya? masih ada segi2 realistisnya, tapi...masih semangat gitu...well, you're welcome to check again after 3 or 4 months. hey, maybe even after 3 weeks, hehe...
lanang
February 25, 2008   09:21 AM PST
 
Gw terima email seperti ini....Apa benar? Siapa sih mereka? Ada yang kenal dengan mereka?


Pak Anies Yth,
Saya adalah pengagum anda dan saat ini kuliah di Universitas yang anda pimpin. Akan tetapi pada perkembangannya universitas ini jauh bergeser dari jalurnya.
Saya amat sangat terusik oleh tindakan segelintir dosen dan mahasiswi yang sangat tidak pantas dan sangat memalukan.
Jika hal ini dibiarkan saya kawatir akan merusak citra kampus itu sendiri.
Tindakan beberapa dosen dan mahasisiwi tsb dengan melakukan affair sangat tidak pantas dilakukan, apalagi jika hal tsb di hubungkan dengan mata kuliah yang diajarkan oleh dosen itu.
Mungkin anda tidak mengetahui bahwa ada beberapa dosen yang bersedia memberi nilai A bila mahasiswi tsb mau melakukan hubungan sex dengannya.
Seperti HQI 0324037002 ( juga dosen UI ), SW 0327017502 dan EWW 0306067003 adalah para dosen yang bermoral rendah. Mereka bersedia memberi nilai ujian A ataupun membantu tugas-tugas mahasisiwi dengan syarat mau berhubungan sex dengannya. Hal ini menyebabkan kampus kami menjadi gunjingan diluar karena banyaknya "ayam kampus" yang bisa di pakai.
Yang saya dengar mereka mempunyai affair dengan mahasiswi angkatan 2004 dan sangat mungkin juga dengan mahasiswi jurusan / angkatan yg lain.
Saya harap ini menjadi masukan bagi anda, dan lebih selektif lagi dalam mencari dosen.

Satu hal lagi pak Anies Yth.

Ditengah semangat pemberantasan KKN yang sedang digalakkan, ternyata di kampus ini justru mengajarkannya mahasiswa/wi nya dengan memanipulasi daftar absent. Mereka membayar sejumlah uang atau berhubungan sex dengan staff TU yang mengurus masalah absen tsb agar daftar "ketidak hadiran" mereka bisa dikurangi sebagai salah satu syarat untuk ikut ujian. Saya benar benar menyesal telah masuk univ ini yang digembar-gemborkan berbasis agama tapi kenyataan yang saya peroleh sangat jauh dari nilai nilai agama itu sendiri. Bisa bisa pak Nurcholis bangun dari kuburnya jika mengetahui hal ini. Saya langsung email ke anda agar ada upaya perbaikan yang dilakukan.
Coba anda periksa dan selidiki sendiri agar hal hal ini tidak mempermalukan nama besar univ ini dan diri anda sendiri.
Semoga kedepannya ada perbaikan dan menjadi lebih maju.
Amin
ex rekan kerja
February 25, 2008   08:32 AM PST
 
owww Nari.. mungkin aku akan langsung pergi jika menghadapi proyek insomnia itu. Salut buat elo Nar. Sukses!
nari
February 23, 2008   10:34 AM PST
 
uuuUUUuuuu, tunggu sampai senin deh..
daus
February 23, 2008   06:31 AM PST
 
proyek apaan sih?

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments