Entry: Catatan Acak Piket Malam Friday, February 01, 2008



Sebelumnya, benar kata Ccr: "Eh, nggak ada Pak Harto, piket tuh jadi kerasa lama banget lhooo..."

Yeah, so true.

Oke, catatan pertama. Dan ternyata aku benar-benar sudah jadi silliest husband-hunting butterfly deh. Ini ada percakapan antara aku dan ibu.

Ma: Iya lho, mbak. Bulik ***** ama Oom ******** kan ketemunya di perpustakaan. Jadi waspada, mbak, waspada.

Me: (Dalam hati: Thank Goooooddd. Aku pikir skenario impian itu cuma dalam kepalaku aja, hehe) Ya aku juga gitu sih. Mbayanginnya ngambil buku yang sama di toko buku. Atau di toko CD ngambil CD yang sama. (Atau mungkin dalam kasusku, ngambil DVD bajakan yang sama ya...)

Ma: Hrrmmpphh...

Me: Jangan ketawa dong. Aku kan sebenarnya juga udah sering liat-liat kalo ada peluncuran buku. Tapi kok orang-orang pada tenggelam ama dunianya sendiri ya?

Ma: Ya kamu ngapain juga jelalatan?

Me: .......


--------
Catatan kedua. Masih dengan lawan bicara yang sama.

Me: Ih aku dapet vouchernya Skin Food 100 ribu. Tapi cuma bisa dipakai sampai 50 persennya total pembelian. Jadi harus belanja 200 ribu dulu gitu, baru setengahnya pake voucher.

Ma: Mau dong, mau dong. Emang ada di mana?

Me: Di eX, ada. Di Senayan....

Ma: Oh, bagus, bagus. Kalau gitu kita ke Sushi Tei dulu, baru belanja.

Me: Oh no.

Aku sebenarnya nggak ada masalah dengan Sushi Tei. Ada masa-masanya aku menyukai, bahkan nagih ke sana, tapi sejak si Madame Sushi itu dengan niat belanja sushi di mana-mana (termasuk Carrefour. Dan aku langsung trauma masuk Carrefour semenjak itu), kayaknya aku merasa krisis perikanan dunia itu terjadi karena memenuhi pasokan sushi di rumahku deh.

Ada masanya tiap pulang kantor di meja makan tergeletak sushi-sushi tak berdaya. Dari yang Carrefour membuat trauma itu sampai yang dibela-belain belanja di supermarket Jepang di Dharmawangsa (From where she got the address and/or knowledge of that place existing is beyond my comprehension). Uba rampe-nya sushi (itu sukses nggak meng-Kayam-nya? Heheh) pun sekarang lengkap di rumah. Dari bubuk wasabi sampai lembaran pink tipis jahe itu. Oh, kecapnya juga.

---------
Catatan ketiga. Ini tentang my other parent. Dad.

Pagi-pagi pas mau berangkat ngantor.

Pa: Areeng, Areeeng. Dhuweet, Dhuweet, Dhuweeett.
Areng: *ipit-ipit ekor, bergerak ke garasi depan, melepas kepergian Pa*
Dhuwet: *tetap diam di bawah meja makan*
Pa: (ke Ma dengan ekspresi kecewa yang serius) Dhuwet tuh nggak menyenangkan ya?
Ma: (ke aku, privately) So what gitu loohhh...

Mungkin durhaka ya, tapi kenapa makin hari tinggal ama mereka (kedua orangtua maksudnya), aku jadi makin sering kegelian?

   7 comments

isyana
February 8, 2008   08:11 PM PST
 
@ Ndeq, anjing, Areng itu 2 tahun, Dhuwet itu hampir 6 atau hampir 7 tahun ya? Papaku bukan pecinta binatang, strictly pecinta anjing, tapi dia belum disuruh nonton 'Year of the Dog'...

@ tata, yang terjadi ini justru sebaliknya, waktu 'kecil' (SMP,SMA,kuliah) pisah, sekarang balik lagi tinggal sama mereka

@ rani, ya it's called luck, sis :D

@ starboard, ya bisa ditanyakan sendiri sama orangnya lewat blognya, hehe.

@ suci, well ada fight-fightnya juga sih..dan kayaknya it's so typical dad ya, waktu niat becanda malah jadi garing. thanks for the wishes, ternyata kita jadi makan yang homemade..
Ndeq
February 8, 2008   01:13 AM PST
 
Isyana, Areeng sama Dhuwet itu anjing apa kucing siiih??? Papamu penyayang binatang ya??
tata
February 7, 2008   07:00 AM PST
 
wah ...tp klo udah pisah ma orang tua pasti pengen lagi balik kecil dan tinggal sama mereka
rani
February 4, 2008   11:33 AM PST
 
kenapa si madame sushi belum jadi madame sushi pas aku masih dijakarta?
rani
February 4, 2008   11:32 AM PST
 
huahahahhahaha.....
tertawa2 kegelian di library sendirian. sambil kedinginan...
aku mau pulaaaannnggg....
starboard
February 4, 2008   08:43 AM PST
 
:D Mbak Dian Sastro katanya suka blog ini.
Suci
February 3, 2008   09:50 AM PST
 
hehehehe...
asik dunk ada yang bisa diketawain tiap hari..
kalo my ma orangnya cerewet, tapi kita malah jarang ngobrol lama gitu
kalo my pa, pendiem bgt amit2! tapi sekali dia niat becanda jadi garing + jayus tapi bisa bikin ketawa..
BTW
met makan sushi.. *gw sih gak suka*

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments