Entry: The Philadelphia Story Monday, August 20, 2007



Setiap perempuan muda sepertinya harus memiliki Cary Grant sebagai mantan suami yang berusaha dengan segala cara, turning tricks and everything, untuk memenangkan kembali hati mereka.

Damn, I want Cary Grant as an ex-husband yang menerapkan semua tipu daya in order to win me back. The Philadelphia Story dan His Girl Friday ternyata punya satu elemen itu yang sama. Cary Grant sebagai mantan suami yang berusaha dengan segala cara agar mantan-mantan istri mereka kembali padanya.

Tapi, that man, aduuuhhh. So charming, so handsome, tough dan cuek dan seksi tapi tetep rapi. Oufff.

Oke, oke, Philadelphia Story dulu kali ya.

Aku sempat terkagum-kagum sama Zadie Smith yang mengaku bisa hafal baris per baris dialognya "The Philadelphia Story". Tapi, setelah nonton 1 3/4 kali selama akhir pekan kemarin, ternyata nggak sesusah itu menghafalnya. Maksudnya gini, I wasn't even trying, tapi kalimat-kalimatnya tuh udah penuh ritme dan sederhana gitu.

Yang ada di pucuk kepalaku contohnya, (Katharine) Hepburn dan Jimmy Stewart lagi berbicara tentang buku yang ditulis karakter Stewart.

"Why, they're beautiful. They're almost poetry."
"Don't kid yourself. They are."
"You talk like these (sambil menunjuk ke dada Stewart) and then you write like these (menunjuk ke buku). Which is which?"

Atau, "The time to make up your mind about people is never."

Hmm. Aku susah memulai menceritakan tentang betapa lezatnya film ini. Ini sesuatu yang harusnya ditonton sendiri. Ceritanya sih sebenarnya sederhana. Seorang sosialita yang pernah sekali bercerai dengan karakter Cary Grant, mau menikah lagi, tapi ia diperas oleh seorang editor majalah gosip untuk memberikan hak liputan utama sama seorang penulis dan fotografer. Jimmy Stewart jadi penulisnya.

Saking berkilaunya permainan ketiga aktor utamanya, aku jadi bingung mau berfokus di mana. Hepburn is grand, Grant is dashing, dan Stewart....lucu, aku tidak pernah mengasosiasikan dia sebagai aktor yang flirtatious, tapi di sini, dia bisa menawan dan menggoda dengan cara yang sama sekali berbeda dari Grant. Antara itu atau ya, memang secara umum, aku suka pria-pria tampan. Hehe.

Tapi ini, ada dua baris dialog yang menurutku, setelah melihat keseluruhan filmnya, menjadi esensi dari identitas perempuan selama ini. Oke, oke, aku tidak bermaksud menyempitkan arti film ini sekadar jadi sesuatu buat pesan feminis, tapi salah satu unsurnya lah.

Tunangan Tracy Lord, karakter Katharine, George Kittredge bilang, "A husband expects his wife to behave herself, naturally." Sementara CK Dexter Haven-nya Cary Grant bilang, "To behave herself naturally."

Merasa nggak sih kalau pertentangan antara dua hal itu adalah dilema perempuan dalam mengekspresikan dirinya? Selalu ada kesenjangan antara behaving seperti yang diharapkan dan berlaku seperti dirinya sendiri. Buat aku, yang ideal memang apa yang dikatakan karakter Grant, tapi yang sering kejadian adalah I behave myself seperti yang diharapkan. Atau keberaniannya belum ada untuk behave myself naturally?

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments