Entry: Bourne Ultimatum Tuesday, August 14, 2007



Menonton Bourne dari film pertama sampai ketiga yang terasa adalah kekonsistenannya. Walaupun mungkin buat orang-orang tipe half-empty, yang terasa malah prediktabilitas alur cerita film ini. Buat aku sih, nonton tiga-tiganya, rasanya sama seperti nonton serial Mission Impossible yang vintage.

Kemarin, di StarWorld kalau nggak salah, sempat lihat sekilas pembuatan dan potongan-potongan adegan Bourne Ultimatum. Aku sudah nonton filmnya, jadi pas nonton itu serasa adegan-adegan pentingnya dibuka semua. Tapi, ada adegan yang menggambarkan Nicky (Julia Stiles) dan Bourne lagi duduk berhadap-hadapan di sebuah kedai kopi. "It's difficult at first, for me. With you," kata Nicky singkat dan agak nggak jelas.

Terus Julia Stiles diwawancara, menjelaskan bla-bla-bla, betapa Nicky yang tahu dari awal siapa Bourne sebenarnya, sebelum dia bernama Bourne, melihatnya pada masa pelatihan, dst. Sementara aku bertanya, dalam hati, oh really?

Wawancara berganti ke Matt Damon yang bilang bahwa Nicky dan Bourne di film ketiga itu terus mengalami situasi-situasi yang sama seperti Bourne dan Marie Kreutz di film pertama, tapi jelas cerita mereka tidak akan berakhir sama karena pilihan-pilihan berbeda yang mereka buat. Aku, dalam hati tapi agak keras, ngomong, 'Jangan sampe deh akhir cerita dua pasangan ini sama.'

Tapi mendengar Matt Damon bilang seperti itu, yang muncul di pikiranku langsung adegan Julia Stiles memotong, mengganti warna dan mengeramasi rambutnya di wastafel. Sama seperti Marie di film pertama. Dalam dua film itu pun Bourne ada di pintu. Di film pertama, dia membantu Marie mengeramasi rambutnya, dan di film ketiga Bourne hanya mengetuk pintu kamar mandi ketika Nicky keramas di wastafel. Which to that, I say, thank God.

Maksudnya, adegan Marie dikeramasi rambutnya sama Bourne, itu kan yang meluncurkan fantasi "I wanna shampoo you" yang jadi favoritku selama ini. Ada sizzle, getaran, desisan antara keduanya. Dan Marie is a cool chick, I like her. Tapi Nicky? Can that girl be more of a puppet than she already is?

Dan aku bernafas lega ketika dia naik ke bis dan menghilang dari layar. Sampai di bagian akhir dia muncul lagi and tidak melakukan sesuatu yang signifikan. Aarrgggghhh. Why does she have to be in that movie?

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments