Entry: Tuan-tuan Muda Followill Monday, August 13, 2007



Nggak bisa dipastikan, olahraga atau kopikah yang bisa membuatku terbangun sampai jam dua tadi pagi. Olahraganya mulai dari jam setengah sebelas sampai jam setengah satu. Kopinya pun cuman Turkish coffee yang satu gelas kecil itu. Diminum jam tiga sore.

Seharusnya pola tidur masih tetap biasa-biasa saja kan?

Tapi jadinya malah berganti-ganti membaca Northanger Abbey dan Persepolis 2 (lagi). Menemukan kesamaan pengalaman Eropa-ku dan Marjane, yang sama-sama menggantungkan hidup pada pasta sebagai sumber makanan utama. Antara cerita gadis berusia 17 tahun di arena pesta-pesta sosialita Bath abad 18 Inggris dan arti Swiss bagi gadis 17 tahun dari sebuah negara dunia ketiga, ada satu elemen yang sama. Musik dari Tuan-tuan muda Followill, alias Kings of Leon.

Kayaknya ekstrim banget, dari sentimentalitas John Mayer ke dekadensi rock and roll-nya mereka. Tapi, sama halnya seperti Continuum-nya John Mayer yang waktu itu nggak bisa aku lepaskan, sekarang aku lagi nggak bisa nggak mendengarkan "Aha Shake Heartbreak"-nya Kings of Leon.

Biasanya, diawali dari Slow Night, So Long, walaupun kadang kalau lagi di jalan aku lewati dan langsung ke King of the Rodeo. Caranya Caleb menyanyikan "Good time to roll on" yang diulang-ulang seperti mantera itu lho. Kayaknya nggak ada vokalis band sekarang yang nyanyinya kayak Caleb deh. Bebunyian yang mereka hasilkan juga sepertinya bukan produk masa sekarang. Lebih seperti produk sebuah masa dan tempat yang sudah tak lagi ada. Tapi, inilah mereka, sedang aku dengarkan berulang-ulang.

Dari King... berlanjut ke Taper Jean Girl. Pistol of Fire suka aku lewatin biar cepat sampai ke Milk. Setelah itu, Bucket dan Soft.

Nah, kalau udah di situ, lingkaran setan deh. Nggak bakal lepas dari dua lagu itu sampai reboot lagi, mulai dari awal. Favoritku, sejauh ini, Soft sepertinya. Walaupun sebenarnya ini lagu yang bisa dibilang 'bodoh'.

Kalau katanya Nick Hornby, kekecewaan terbesar pada musik pop terletak pada lirik. Konyol, tanpa arti, tak masuk akal. Tapi ketika digabung dengan melodi, ia jadi tak penting lagi. Setidaknya lirik musik pop tak punya beban 'harus' mencapai sesuatu yang sastrawi gitu.

Mendengar 'Soft', aku nggak ngerti kenapa lagu ini membuatku terhipnotis walaupun liriknya juga kayaknya nggak segitunya memberi perenungan atau pencerahan gitu.

Oke, liriknya:

I used to see you every day
Used to see you every day
I danced around your folk and soul
I danced to all your fucking soul
I left you with your nose a bleedin
And your toes creepin' around
Ahhh so mundane and incomplete
Hand me down my pants and get me off this street

I'm passed out in your garden,
I'm in I can't get off so soft
I'd pop myself in your body,
I'd come into your party but I'm soft

Behind the fringe of a whiskey high
Mutilating cat like eyes,
And in your nose blood decadence
You try to drag me into your bohemian dancing
You paint my fingers and you paint my toes,
You let your perfect nipple show

I'm passed out in your garden,
I'm in I can't get off so soft
I'd pop myself in your body,
I'd come into your party but I'm soft

But, I'm Soft.

I'm passed out in your garden,
I'm in I can't get out so soft
I'd pop myself in your body,
I'd come all over your party but I'm soft

I'm passed out in your garden,
I'm in I can't get out so soft
I'd pop myself in your body,
I'd come all over your party but I'm soft

Aku punya kecurigaan tentang isi lagu ini pas denger pertama. Setelah sedikit nge-google tentang band ini, ternyata ceritanya lebih konyol lagi. Ini cerita tentang Caleb, sang vokalis, yang lagi berpesta sama seorang supermodel. Nosebleed di sini merujuk pada efek dari heroin yang mereka hirup. Dan 'Soft' merujuk pada.... Hmm, bukannya sudah cukup menjelaskan ya? Hehehe.

Lagu ini bukan tentang sesuatu yang bisa aku asosiasikan dengan diriku sendiri. I'm not and never will be a rock star partying around dengan seorang model dan menghirup kokain, heroin, apa pun itu di sebuah kamar hotel yang gelap dan tidak bisa get it up...tapi, I can't get enough of Caleb singing this particular line: "And in your nose blood decadence, You try to drag me into your bohemian dancing".

Norak kedengerannya, tapi kayaknya bagian itulah yang membuat lagunya jadi terasa klasik. Ketika terlepas dari lagunya pun terdengar, oh so cool. Mungkin karena situasi yang digambarkannya terasa sangat tidak sehari-hari. Dan mungkin malah bisa jadi sebuah pemantik cerita tersendiri.

Followill-Followill muda, seberapa pun aku mengharapkan kesuksesan will come your way, aku berharap kalian masih punya sedikit kadar anonimitas. If you're too well known, I don't think I would think of you as 'this' cool anymore.

   1 comments

Addiction rehab
August 16, 2007   02:34 AM PDT
 
Here's a website you may find useful. http://www.addicted.com is a site for friends, families, and those who suffer from various addictions.

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments