Entry: Menentukan Mau Wednesday, July 18, 2007



Katanya, orang yang paling tersiksa adalah orang yang nggak tau apa maunya. Sepertinya aku sekarang jadi salah satu orang itu.

Aku belum pernah jadi penggemar sepakbola. Dan tidak pernah juga jadi penggemar sepakbola. Seharusnya dengan kesimpulan itu di kepala, nggak susah untuk menjawab tawaran tiket nonton Indonesia lawan Korea Selatan, nanti malam. Apalagi kalau harganya mencapai Rp 75 ribu.

Tapi, aduuuh, kok susah banget menentukan maunya hati ya. Pas udah menolak tawaran tiket, Selasa paginya membaca berita di Kompas yang mewawancara mantan pelatih tim Indonesia. Si mantan pelatih bilang Korea S Selatan sekarang beda sama Korsel yang dilatih Guus Hiddink dan bermain hebat di Piala Dunia...kapan ya itu? 2002? (Seburuk itulah memori sepakbolaku).

Si mantan pelatih ini juga mengajukan beberapa argumen yang membuatnya menyimpulkan, "Indonesia punya kemungkinan bertahan atau malah punya peluang menang." Argumen-argumen yang disusunnya cukup logis sampai, wah, kok ya jadi tergerak untuk nonton.

Selasa siang kemarin, pas sampai kantor juga ditanyain lagi, "Yakin nggak mau nonton? Banyak lho yang mau nonton." Sudah mulai agak goyah sih. Tapi pas sorenya tanya ama Bintang Pelem dan telepon ke Irvan yang lagi nungguin tiket, katanya udah dipesenin sama sekretarisnya siapa gitu dengan jumlah yang sebelumnya, dan udah nggak kekejar lagi kalau mau nyerahin duit, soalnya pasti udah dipesenin dan kantor si sekretaris ini skrg tutup. Singkatnya, aku nggak bakal nonton bareng rombongan media yang katanya sampai 16 orang itu.

Tiba-tiba, kok jadi teringat adegannya "The Perfect Catch" ya? Yang pas karakter Jimmy Fallon memilih datang ke pesta ultah temennya Drew Barrymore dengan tema The Great Gatsby, dan mereka have a great time, yakin bahwa masing-masing adalah "the one" bagi pasangannya, pokoknya semuanya sempurna sampai...Red Sox yang jadi tim favoritnya Fallon menang melawan musuh bebuyutannya. Selama berapa puluh tahun gitu Red Sox nggak pernah menang ngelawan tim lawan. Yankee apa ya?

Pokoknya, itu adalah malam yang bersejarah buat penggemar Red Sox dan Fallon ketinggalan. Di cerita itu sih, karakter Fallon dan Barrymore akhirnya bertengkar karena Barrymore sakit hati Fallon setengah menyalahkannya untuk tidak hadir di pertandingan bersejarah itu. "Itu kan keputusanmu sendiri pergi sama aku," kata Barrymore yang sakit hati.

(Btw, aku nggak tau adegan ini ada atau enggak di "Fever Pitch" buku yang jadi dasar film ini. Hornby kayaknya baru membayangkan worst case scenarionya deh. Setidaknya aku baru membaca sampai bagian itu)

Oke, aku jadi berpikir, bagaimana jika inilah malam bersejarah itu? Seharusnya apa pun yang terjadi tidak akan menggangguku, karena, toh aku bukan penggemar sepakbola gitu. Tapi kenapa ya, kejadian ini, Indonesia di Piala Asia maksudnya, jadi terasa seperti sesuatu yang mampu menembus batas. Batas apa pun itu. Ini sudah menjadi sesuatu yang besar. Buueessaarr. Dan aku akan melewatkan berada di lokasi sejarah dibuat, di kandang kita. Hehe.

Ya mungkin masih bisa sih ngantre tiket di Senayan. Tapi tadi pagi aku juga lebih milih nge-gym walaupun dengan instruktur yang menyebalkan, terus..ada liputan sih, sekarang nge-blog dan siang ada liputan lagi. Intinya, aku juga tidak tergerak untuk berupaya lebih keras untuk bisa ada di sana. Bingung kan?

Kalau mungkin sekedar permainannya, bisa diikuti lewat televisi. Sesuatu yang mau aku lakukan dengan langsung pulang habis liputan. (Ini salah satu sebab aku cinta banget sama communicatorku) Tapi mungkin aku juga ingin merasakan suasananya ya.

Tapi lagi, di saat aku sudah bisa meredam keinginan untuk ada di sana, teman sekelas Basic Step yang kerasa kayak kelas Real Stepper itu ngomong ama si instruktur nyebelin, "Iya, Korsel kan kalah ama Bahrain. Kita kemarin menang lawan Bahrain. Jadi pasti seru nih."

Arrgh.

Bener, memang. Tersiksa.

   2 comments

puri
July 23, 2007   05:22 PM PDT
 
kalah, nar, kalah...
markus ga jauh beda sama pitoy. at least kamu ikut bersorak dan gregetan di senayan kan? hihi..
Niken
July 20, 2007   04:55 PM PDT
 
ga segitu ruginya kok. wong ya akhirnya kalah.

aku juga bukan die-hard soccer fan, tapi nonton juga. kiper indonesia keren banget mainnya. kalo ga dia yang jaga, ntah udah kebobolan brapa deh...

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments