Entry: Kennedy-less Monday Tuesday, July 17, 2007



I'm so close in having a first Kennedy encounter, Senin kemarin. Ya, secara teknis sih bukan benar-benar seorang Kennedy, seorang Shriver tepatnya. Dan bukan Maria, istri Arnold. Adik laki-lakinya, Timothy.

Ini nih tugas yang waktu itu dibebankan lewat telepon dari hari pertama cuti. Hrrgghh. Tapi, okelah. Namanya juga tugas.

Anyway, pas di gym lagi siap-siap berangkat aku jadi membayangkan akan suatu film dokumenter ala MTV Cribs di masa depan yang isinya wartawan-wartawan cerita tentang pengalaman mereka menjalankan tugas kewartawanan. Aku membayangkan ada satu adegan seorang wartawan memamerkan setelan yang dipakainya saat bertemu dengan siapa pun tokoh 'dunia' yang pernah diwawancarainya. Rosiana Silalahi mungkin bisa memamerkan, "Saya memakai setelan ini ketika wawancara George W Bush." Sementara, aku, Nawal el Saadawi lah atau Timothy Shriver inilah, jawaban atas pertanyaan itu akan selalu sama, ya seragam biru kantor dengan lambang kepala elang di atas kantong kiri. Sedih ya?

Tapi, ya daripada milih sendiri terus jatuhnya salah?

Demo buruh Nike ternyata jadi faktor pembatal wawancara itu. So, no Kennedy for me Senin kemarin. Timothy Shriver yang Chairman for Special Olympics nggak bisa masuk karena gedung yang diblokade polisi dan demonstran.

Pas jam sepuluh, mengejar waktu agar tak terlambat, bersamaan dengan datangnya rombongan buruh Nike itu. Dan yang datang benar-benar sampai menyemut. Tapi, batal wawancara, nggak menyesal, kok. Siapa pun yang ngelawan Nike itu harus didukung, hehehe.

Dari situ, iseng-iseng menghubungi teman yang aku tahu kantornya di BEJ. "Aku lagi latihan di Sultan. Kamu sampai kapan di BEJ?" Lha wong sudah mau cabut kok. Maksudnya kan iseng-iseng berhadiah, siapa tau bisa makan siang bareng.

Banting setirlah, menghubungi satu-satunya pria yang bakal muncul terus dalam kehidupanku, no matter what. Walaupun, hari ini kepentingannya cuma minta makan siang gratis. Yes. My dad.

Selesai lunch, ikut balik ke kantor ayahku, menitipkan barang-barang gym (kenapa sih tas-tas Bali ini udah langsung pada robek? Padahal isinya sudah dijaga seminim mungkin lho), dan ternyata....lagi ada sale menggunakan kartu kredit sebuah bank BUMN. Jam tangan, cincin berlian, TV plasma, hape, kamera digital. Tapi yang stannya paling ramai memang jam tangan, cowok dan cewek tumplek di situ.

Stan cincin sebenarnya juga cukup rame. Isinya cewek-cewek semua. Dan yang pada ke sana pada sok-sok, "Bentar ya, bouw. Aku lihat cincin dulu," sambil ngasih senyum sok malu-malu padahal sebenarnya smug. To which, her friends replied, "Deeuuuuu. Iya deeeehhhh." Ih, lihat cincin mah lihat cincin aja ya. Nggak usah sok-sok udah dilamar gitu deh. (Hahaha)

Karena ada Fossil yang aku rasa aku 'butuhkan', jadi ikut deh bergesek-gesekan bahu, siku, lengan, sampai pinggul sama banyak orang. Jam tangan, karena diskonnya yang sampai 50 persen, otomatis jadi stan paling rame.

Dan saat aku sibuk bumping and grinding itu, aku jadi tersadar, wow, ternyata ayahku bekerja dengan banyak banget, dan maksudnya emang buaaanyak, cowok-cowok seusiaku yang keren-keren. Katanya Ccr, "Iya ya. Mungkin kita kerjanya jadi cuma ketemu ama orang-orang tua, narasumber-narasumber yang lebih tua. Kurang sama orang-orang seumuran." Hhmm, bener juga. This is definitely the job that ages you.

Acara belanja sempat tertunda sebentar dengan telepon dari kantor yang menanyakan, "Nanti ke kantor nggak? Minta tolong dibuatin Cakrawala." Okelah. Balik kantor, ketemu gadis-gadis dan ngrujak bareng yang aku rindukan pas cuti, nggosip, makan siomay, nulis cakrawala, terus ke tengah kota lagi buat nonton. Yes, Nari, you are going to achieve greatness someday, hehehe.

At the end, yah, ini sebenarnya hari yang cukup menyenangkan. Tapi buatku puncaknya adalah pagi-pagi, pas ikut kelas Step Combo, aku jadi menyadari betapa aku kangen sama gym-ku. Kangen berkeringat dan merasakan detak jantung yang semakin kencang. Step Combo yang aku ikutin pun bisa dilakukan dengan relatif menyenangkan. Masih ada kerasa capek-capeknya, tapi tetap bisa mengikuti dengan baik. Hmm, kayaknya nggak lama lagi aku bakal jatuh cinta deh ama working out.

Habis gitu, sempet treadmill bentar. Tapi I have my whipcream and cherry on top early in the morning, pas si instruktur bilang, "Lama nggak keliatan, kamu kayaknya kurusan ya?" Hahaha.

Yes, I do love working out.

Oh iya, ada tambahan chocolate sprinkle atau hot fudge kali ya hari itu, karena 'Milkshake' main pas aku lagi 'panas-panasnya' jalan di treadmill. Ah, perfecto!

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments