Entry: Candide or Optimism Friday, July 06, 2007



Hmm, aku merasa pisuhanku dijawab deh sama Tuhan. Oke, mungkin aku sombong memikirkan kemungkinan itu. Tapi gini, pas lagi jalan-jalan ke Goedang Boekoe di Pasar Festival, menemukan buku karyanya Voltaire judulnya "Candide". Harganya Rp 10 ribu. Bekas, pastinya. Sempat berpikir-pikir, beli atau tidak, sebelum akhirnya memutuskan beli.

Salah satu faktor pendorongnya, ah-hem, agak malu mengakuinya, tapi mantan pacar menambahkan judul buku ini dalam "Favorite Books" profil Friendsternya. Nambah ke profilnya sih udah lama. Hampir setahun ada kali. Tapi entah kenapa, ketika sekarang udah nggak ada perasaan apa-apa lagi, baru tergoda untuk beli. Pas mbaca pun sama sekali nggak keingat sama si mantan.

Ternyata, buku itu, which I come to love, adalah sebuah jawaban sepanjang 150 halaman akan pertanyaan: benarkah bahwa "all is for the best" dan benarkah dunia ini adalah "the best of all possible worlds"? Tahu kan, di posting sebelumnya aku menulis tentang aku nggak bakal percaya lagi sama "all is for the best".

Pada akhir buku, aku memang menemukan jawabannya dan, in a way, memang membenarkan apa yang aku pikir sebelumnya. Bahwa "all is for the best" itu nggak berlaku lagi. Tapi Candide juga memberi penyadaran bahwa 'tugas' kita itu lebih besar dari sekedar kenaifan buta akan sisi baik dari semuanya. Dan nasib buruk itu ternyata milik banyak orang. Kayak karakter Old Woman di novella itu, kalau ditanyain ceritanya semua orang di kapal yang ditumpangi Candide, pasti semua orang punya their own share of misuh-misuhin dunia tempat mereka dilahirkan dan nasib mereka.

Ritme bukunya dan alur ceritanya mengingatkanku akan film-film Monty Python; getir tapi konyol, filosofis tapi ringan, kejam tapi cartoon-y.

Hhmmm. I think I just did it again accidentally, menulis lebih fleksibel daripada di Kerlip Teenlit. Aarrgggh.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments