Entry: Happy SMS Friday, June 08, 2007



(Wow, I didn't have any coffee today, I ate less sugar--I hope--and I am hungry for my dinner, right about now, but I'm still posting my third story for the day. Man, I'm productive! Hurray!)

Dengan minimnya kehidupan sosialku sekarang, nggak heran kalau aku nggak tahu kapan terakhir kali aku punya seductive sms di inbox-ku. Tau kan tipe-tipe sms yang kalau diinget lagi isinya bisa membuat senyum-senyum sendiri, ke-gr-an, terus...eh bentar-bentar deh, kayaknya agak lupa isinya, dia ngomongnya "kalo" atau "kalau" ya? Dia pakai "elu" atau "kamu" ya?

Terus, hp dikeluarin, dicari lagi sms-nya, dibaca lagi, lagi, lagi, lagi, senyum-senyum lagi, bahagia lagi, geli-geli di perut lagi, dan merasa....betapa bahagianya aku...

Ah, masa muda yang indah.

Tapi, ternyata that kind of action is not over yet for someone  my age, hurrah! Hari Senin malam lalu, sekitar jam 10 malam, tiba-tiba di boudoir-ku aku mendengar bunyi "ck, ck", tanda ada pesan masuknya hp Nokia.

Dari permukaan kasur yang hampir ketutupan buku, I fish out my ever reliable mobile phone, dan benar...ada "1 message received". Ternyata isinya sebuah komentar positif dari sudut yang nggak disangka-sangka. Tidak ditujukan secara langsung ke aku, tapi diforward oleh orang yang menerimanya. Efeknya, ternyata dashyat, bouw.

Hihihihi, jadi blushing deh. Sambil sedikit-sedikit ber-"wow, reaalllyyy??"

Tapi terus ya udah, nggak disentuh-sentuh lagi, sampai besok siangnya, pas mau berangkat liputan, naik M19, pas keluar terowongan Cawang, tiba-tiba jadi keinget lagi sms itu. Sebentar, kemarin tepatnya orangnya ngomong apa sih?

Hp dikeluarin, pesan dicari, pesan dibaca lagi, dan...senyum-senyum sendiri lagi deh. Hihihihi.

Since I have mentioned that I have no social life, then it is safe to assume that I am not receiving sms yang seduktif. Aku menerimanya buat urusan kerjaan. Walaupun, efek yang ditimbulkan rada sama siihh. (Oh, malangnya orang yang sudah kelamaan nggak nerima sms seduktif. Tak bisa membedakan pujian dan godaan. Padahal cuman sms lhoooo....)

Efeknya sih tidak berlangsung selama itu, it's pretty much gone by the end of the day. Tapi, menyenangkan gituuu....dapet sms yang membuatku bisa ngerasa, ah, bahagia deh dapet sms apresiatif setelah tidak menerima apresiasi dalam bentuk apa pun setelah waktu yang lama.

So, I pretty much understand bagaimana hubungan per-sms-an bisa adiktif. Tapi, apakah ini sesuatu yang sehat, ketika aku jadi iri ama temen dan pengen juga punya hubungan per-sms-an yang sempurna dengan lelaki beristri? Mwahahaha.

(Btw, why can't I write flexibly like this on my two other blogs?)

   1 comments

nina
June 27, 2007   06:44 PM PDT
 
what two other blogs?

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments