Entry: Catatan Buku Bekas Monday, May 14, 2007



I love the fact that I have found several great secondhand books, accidentally, in these last few weeks. Come to think of it, I always found great secondhand books accidentally.

Liputan terakhir ke Paramadina, Jumat lalu itu, di depan aula-nya sempat ngeliat ada pedagang buku-buku bekas. Sempat tidak mau mendekati, tapi merasa 'ah...bahayanya apa, lha wong nggak punya duit kok'. Ngeliat ada dua novel Jane Austen yang dijadiin satu, ada berbagai versi cover Anna Karenina, berbagai versi cover Jane Eyre dan ada 'The New Journalism'-nya Tom Wolfe.

Tapi terus akhirnya masuk ke ruangan karena acaranya sudah mulai. Pas bubaran, sempet ngeliat ke situ lagi. CCR ngasih liat 'Memoirs of a Dutiful Daughter' which she recommends since she thinks it would be perfect for me. Hmm, daripada sebuah instruksi tentang how to be a dutiful daughter, aku merasa itu bakalan jadi buku resep untuk memberontak karena yang menulis Simone de Beauvoir.

Pas iseng-iseng mbuka halamannya, kalimat pertamanya, "I was born on the dawn (?) of January 9, 1908..."

*gasp*

Tanggal ulang tahun kita sama? Is this a sign?

Iseng-iseng merogoh kantong buat ngecek sebenarnya aku punya duit berapa, kayaknya cuman tinggal 5 ribuan gitu. Tapi kayaknya ada 20 ribuan dari sisa nuker duit or something. Eh ternyata melihat ada duit hasil jatah pulsa yang tadi emang baru dibagiin.

Oke, akhirnya memilih itu dan The New Journalism-nya Tom Wolfe. Tentang asal mula jurnalisme narasi gitu deh. Pas udah mbayar, mas-masnya nih pinter banget deh menyarankan buku. Dia ngasih ke aku buku, judulnya, "Amazonian, Penguin Book of New Women's Travel Writing". Which I also took. Ah-hem.

Sabtu kemarin, pas abis liputan peluncuran buku Quraish Shihab di GrandKemang (I love that place. Begitu New York deh nuansanya), jalan ke Aksara. Eh, ternyata di sana lagi ada diskusi dan peluncuran buku tentang asap, salah satu pembicaranya Sarwono Kusumaatmadja. Sempat berpikir, ngeliput nggak ya? (karena nggak ngeliat ada anak MI di sana). Di sinilah aku merasa identitas wartawan itu harusnya nggak kenal waktu dan tempat. Kalau ngeliat situasi kayak gitu kan harusnya ngeliput-ngeliput aja ya? Ada temen yang waktu Pasar Blok M setahun lalu atau dua tahun lalu kebakaran gitu, dia pas lewat situ, dan belum ada yang ngeliput, ya jadinya ngeliput.

Sama kayak polisi kan ya? Yang walaupun udah bebas tugas dari jam kerjanya, harusnya tetap ngebantuin ngatur lalu lintas yang macet pas kebetulan lewat or something. Tapi in this case, mengingat beritanya CCR yang baru turun hari Jumatnya kalau nggak salah tentang asap dan lebih aktual, akhirnya memutuskan tidak meliput.

Udah lama ngga ke Aksara, eh ngeliat sekarang mereka punya lemari-lemari khusus untuk buku-buku second. Nemu bukunya Anne Tyler, penulis favoritnya Nick Hornby, terus dua buku memoar. (Nggak tau kenapa, sejak mbaca Reading Lolita in Tehran, aku jadi jatuh cinta sama membaca memoar)

Yang pertama, seorang travel writer, namanya Eric Newby. Bukunya, "A Traveller's Life". Satunya lagi, seorang literary editor asal Inggris, perempuan, sering nulis review buku-buku juga, namanya Claire Tomalin. Dia pernah nulis buku tentang biografinya Jane Austen dan di buku itu, dia juga meresensi buku-bukunya Dorothy Parker. Judul bukunya, "Several Strangers: Writing from Three Decades".

I put down my 'Pere Goriot' for this book which I read enthusiastically. Perempuan ini, Claire Tomalin, meresensi buku untuk pekerjaannya. Dan caranya dia meresensi itu lho, begitu cerdas. Memberikan sesuatu yang baru buat pembacanya. Bukan sekedar menilai ini bagus, ini jelek or just being bitchy or nasty. Benar-benar sebuah tinjauan sastra. Jadi manggut-manggut dan bilang, "oh, harusnya gini to, literary review itu."

Claire Tomalin jadi memberikan sebuah contoh ke aku apa-apa saja yang perlu dilakukan untuk jadi a great (literary) journalist. Atau setidaknya mencontohkan, unsur-unsur apa yang harusnya ada dalam sebuah tinjauan susastra. I think I found inspiration all over again.

   1 comments

Firman Firdaus
May 15, 2007   06:21 PM PDT
 
mau doong Tom Wolfe's New Journalism. buku langka

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments