Entry: Daftar Hidup Monday, April 30, 2007



Apa yang terjadi dengan 'life list'-ku? Kok udah lama banget ya aku nggak nyatet daftar yang isinya hal-hal yang pengen aku capai dalam hidup. Oke, kegalauan ini dimulai tadi malam, pas nonton 'High Fidelity'.

Yes, yes, aku terlalu sering menonton film itu. Tapi semakin aku tua, aku jadi semakin ngerti, yang dibahas jadi semakin relevan. Sebenarnya nonton itu juga nggak sengaja. Awalnya mau nonton film-film bertema young girls as heroine di dunia fantasi. Pertamanya mau nonton 'Pan's Labyrinth' yang baru dibeli. Eh, ternyata itu film nggak jalan di laptop. Terus ganti 'Spirited Away' dulu. Pas balik lagi mau nonton 'Pan's...', ternyata tetap aja nggak jalan.

Kadung udah berada di mood nonton, ya udahlah, nonton 'High Fidelity'. Anyway, aku jadi bertanya-tanya, di mana daftar hidupku? Gara-gara mbaca artikel keren di New York Times ini, aku juga jadi bertanya-tanya, apa yang seharusnya ada di daftar hidupku. Salah satu karakter di laporan itu diceritain menulis:

---
“life list,” with 35 goals and dreams, in pink ink.

She wants: To write a novel. Own a (red) Jeep Wrangler. Get into college. Name her firstborn daughter Carmen. Go to carnival in Rio de Janeiro. Learn to surf. Live in a Spanish-speaking country. Learn to play the doppio movimiento of Chopin’s Sonata in B Flat. Own a dog. Be a bridesmaid. Vote for president. Write a really good poem. Never get divorced.
---



Sama kaya Rob Gordon di High Fidelity, mungkin aku nggak pernah benar-benar berkomitmen ama sesuatu. Mimpiku, pekerjaanku, keluargaku, diriku sendiri, hal-hal yang aku kerjakan, dst. Aku selalu punya satu kaki yang udah siap-siap jalan ke luar. Dan itu, mencegahku untuk berkomitmen. Sebuah evaluasi, kayaknya aku belum pernah benar-benar menseriusi sesuatu. Seperti katanya Rob Gordon, "that equals suicide. By tiny, tiny increments".

Atau mungkin karena aku takut gagal. Jadi dengan tidak menentukan target, maka aku nggak bakal kecewa-kecewa banget. Oke, mungkin ketiadaan daftar hidup itu bisa diasosiasikan dengan kecenderunganku untuk tidak teratur. (Menurut sebuah tes psikologis, aku punya nilai 'orderly' yang rendah banget)

Tapi, di tengah-tengah sikap penuh kekacauan itu, pas mau lulus SMA dulu aku sempet punya daftar deh, mentargetkan nilai-nilai yang harus aku capai. Dan pas mau lulus kuliah, di blog lama, kayaknya sempet nulis my top five dream job.

Sekarang, kenapa saat aku benar-benar punya kendali atas 'aku mau jadi siapa' sebenarnya, kok malah nggak punya daftar sama sekali ya. Ini bukan sekedar sama dengan bunuh diri, ini udah bunuh diri itu sendiri.

Oke, mungkin punya program 50 buku setahun. Tapi, please. You can't just read books for the rest of your lives, right? Or, can I? Arghhh, Nari, Nari, ayo, please, be serious.

Seharusnya ini menyenangkan kan? Mendaftar apa-apa yang kamu inginkan. Tapi kok aku malah ngerasa takut ya, ketika itu nggak tercapai. My heart, please be brave. Start writing that list.

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments