Entry: Pemanasan Global Friday, April 27, 2007



Hari Bumi emang udah hampir seminggu lalu. Tapi, nggak tau kenapa, hari ini bener-bener, semua topik tentang pemanasan global berkumpul jadi satu. Sepanjang hari dikasih tanda-tanda terus untuk inget ama masalah bumi yang satu ini.

Pagi-pagi, pas baca Muda-nya Kompas (cieeeee...make anak Kanisius nih? Ngikutin kita nih? Ngerasa kecolongan ama kita nggak? Ooops...excuse me, that was my PMS talking :p) topiknya pemanasan global. Good choice, I take my hats off to para penulis dan siapa pun yang memikirkan untuk mengangkat tema itu.

Pas lagi di jalan, dari dalam bis 46, tiba-tiba ngeliat Toyota Rush yang warna trademark-nya biru elektrik itu. Masih biru. Masih mengkilap. Kalau masuk, pasti baunya masih bau baru. Tiba-tiba jadi keinget beberapa malam sebelumnya liat episode serial 'Weeds'.

Di serial itu, si ibu dulu punya Range Rover, typical suburban American soccer mom dengan SUV-SUV mereka. Pas pulang, dia mbawa mobil baru. Merknya sih nggak disebut dan aku juga nggak ingat, apakah si ibu membawa pulang sebuah Prius. Anaknya protes, mobil lamanya kemana, "I like the old car better. This is ugly."

Kata ibunya, "Range Rover is just obnoxious. This is environmentally friendly. There's this thing now called 'global warming'."

Spot on, spot on. Range Rover is just exactly that. Obnoxious. Sama dengan Hummer. Obnoxious. Begitu pun dengan SUV-SUV lainnya. Fortuner, Rush, dan...my dad's Trooper, I guess. Keliatan keren, emang. Tapi tetep obnoxious. Menyinggung, norak, ngeselin, arogan, nggak punya manner, nggak sopan, sekedar penanda 'gue punya duit' tanpa punya tanggung jawab dengan lingkungan. Mulai sekarang, aku akan bilang 'Range Rover' buat orang-orang yang obnoxious.

Masih di bis 46 yang sama, di perempatan Kuningan ngeliat ada Rush lain lagi. Sekarang warnanya hitam. "Duh, Rush lagi. Ini mobil kayaknya belum lama masuk pasar kok udah banyak banget ditemuin di jalan sih. Siapa sih yang pada nggak bertanggung jawab ama lingkungan kayak gini?"

Baru aja, mak cep mulutku nutup. Eh, bis 46-nya jalan, ngeduluin Rush, dan di pojok kanan dashboard deketnya supir ada topi dengan tulisan gede-gede: 'P-O-L-I-S-I'.
Ealaaaahhhh. Pantesan aja.

Ini bukan lagi sekedar arogansi sama lingkungan, tapi juga arogansi untuk jadi kebal hukum terhadap institusinya sendiri. Motivasi topi itu ditaruh di pojok kanan deket supir kayaknya nggak jauh beda deh sama orang-orang yang nempelin stiker 'pers' di mobilnya atau nggantung ID wartawan di spion mobil. Bener kan?

Dan, hari ini tadi liputannya juga pas tentang perubahan iklim/pemanasan global di Walhi.

Man, kenapa aku balik ngerasa paling bener sendiri gini ya?

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments