Entry: Perempuan Gua Tuesday, April 24, 2007



Apa yang terjadiiii? I felt like I've been living in a cave for the last....entah how many weeks. Ya walaupun di dalam guanya ada novel-novel Jane Austen atau perbincangan-perbincangan (baca: gosip) tentang Budiman Sudjatmiko yang I have to admit, cute, atau tetek-bengek ngerjain ID atau per-sms-an nggak penting yang sekarang nggak ada hasilnya kan, but still. It's a cave!

Huks, huks, huks.

Maghrib-maghrib dipanggil Hanum. "Nariiiii, sini, sini. Aduh, udah lama nggak ke kantor deh. Ada apa di kantor?"
(Masa aku cerita BS ke dia, nggak mungkin kan?) "Apa yaaa? Aku nggak tau ada gosip apa."
"Ya, nggak usah gosip. Anak-anak pada mau ada acara apa?"
me: (equally dumbfounded)

Hanum: "Aduhhhh, kantor sepi deh. Anak-anak pada jalan semua. CP ke Palembang, IF ke Bangka, AD ke Shanghai..."
me: "AD ke Shanghaiiiiii?????"
Hanum: "Lho, iyaaaa. Sembilan hari lagi. Buat itu lhoo..."
me: "Olimpiade Fisika ya?"
Hanum: "Iya. Bas ke India...."
me: "Hahhhhh??? Ke Indiaaa?? Kapan? Berapa lama?"
Hanum: "Lho, Nari gimana sih. Malah aku yang jarang ke kantor, tau."

(Indeed, girl. Aku nggak abis-abisnya bertanya pada diri sendiri)

Terus, jadi inget. Siangnya, pas liputan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional ditanyain sama anak Sindo. "Tlc mana? Udah berangkat ke Vietnam ya?"
"Haaaahhhhh, Tlc mau ke Vietnaam? Kok aku baru tau siihhh???"

Dan, CS datang ke kantor terus iseng-iseng aku tanyain kapan dia berangkat ke Amerika. This 1st of May. Tlc? 8th of May. Bas? 3rd of May (menurut Hanum). Me? Tetap di Jakarta, ngurusin ID, ID, ID lagi. Am I that invisible? Hello, hello, helloooooo.

Oke, biar adil, aku emang udah dapet giliran ke Singapura, cuma satu malam. But it's a one night Singapore, sebuah paket yang kayaknya dengan mudah didapatkan reporter-reporter lain. Dan, oh ya, sebelumnya pernah one night Kuala Lumpur, ngikut rombongan pejabat sementara Gubernur Aceh.

Tapi yang ke Amerika, Perancis, Vietnam, India, Shanghai. Those are great places. And yes, I am being jealous. Huks, huks, huks. Why not me?

Dan tiba-tiba jadi teringat duit yang ilang di ATM, yah, kalo duitnya masih ada mah, Mei ini bisa jalan sendiri ke Vietnam, Thailand, Kamboja. Menghela nafas nih. Ini emang saat mataku berkaca-kaca. Dan ini juga saatku bilang ke diri sendiri: 'ya kalo sistem nggak ngasih apa yang kamu pengenin, usahain sendiri dong'. Atau, 'ya namanya rejeki orang lain, semua orang udah dapet bagiannya sendiri-sendiri, kok nggak bersyukur ama apa yang udah didapetin sih?'

Aku tahu semua itu. Udah hapal di luar kepala, malah.

Tapi, sekarang, saat ini, aku cuman lagi pengen ngiri.


p.s: Newmont Minahasa Raya dan Richard Ness dapat vonis bebas, btw. Despite all the debate on tidak mencemarkan/mencemarkan, it feels like a sad day.


   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments