Entry: Jazz Soiree dan Kelas Friday, March 02, 2007



Tadi malem, pas iseng-iseng nanyain ama Redaktur Eksekutif yang ngurusin iklan, masak kita nggak dapet undangan Java Jazz, eh taunya dibales dengan: tuh ada tuh, kayaknya gala dinner pembukaannya deh.

Oke lah, dateng ke sana dengan harapan bakal bisa ngurus Press Pass buat tiga hari ke depan (ternyata nggak). Anyway, pas lagi muter-muter di sana, ini kan acara ceritanya khusus undangan. Yang dateng, selain media, orang-orang yang kerja di perusahaan-perusahaan yang ngesponsorin event itu. Ya dari Dji Sam Soe, Garuda, Telkomsel, BNI, dan aku nggak tau dari mana sisanya.

Tapi, pas lagi muter-muter di sana, ngeliat banyaaak banget cowok-cowok yang yah sebenarnya secara fisik gak model-model banget. Cuman rapi gitu. Clean shaven, clean cut, pakaiannya juga rapi dan 'normal', bahkan berbatasan dengan stylish gitu. Pokoknya cukuplah untuk bertanya: 'where have all these men holed up? Disembunyikan? Sehari-harinya mereka di mana?'

Ya mungkin sehari-harinya, saat aku ngejar-ngejar liputan (atau mencoba menyemangati diri untuk keluar rumah dan ke kantor) mereka udah ngendon di kantor. Dan saat mereka bubar kerja, aku masih di kantor. Dan antara jam kerjaku dan jam kerja mereka, there's no chance meeting, meet-cute, apa pun itu namanya yang pokoknya artinya kita ketemuan.

Dan somehow, dengan tampilanku yang masih pake seragam itu dan muka penuh minyak, dan tampilan mereka yang rapi walopun muka sedikit berminyak, aku kok tiba-tiba ngerasa ada perbedaan kelas ya?

That I'm not in the same class as they are, walaupun wajah-wajah mereka keliatan kayak teman-teman SMA-ku dulu. Dan kesempatanku buat ngedapetin tipe-tipe cowok kayak gitu jadi far and remote, dengan posisiku sekarang. Atau apa karena aku kebanyakan mbaca buku-buku tentang society itu? And yes, jazz and society, oh..betapa 'Great Gatsby'-nya.

Oke, mungkin yang membedakan cowok-cowok seusiaku itu dan aku cuman saldo di bank, we have the same background, education wise, kita sama-sama produk ortu kelas menengah, secara taste...oh, I'm definitely better. Tapi, kenapa ya, I have that sense tentang perbedaan kelas ketika melihat mereka. Apakah ini bagian dari kehidupan orang dewasa? Ketika perbedaan-perbedaan seperti tingkat pemasukan mempengaruhi siapa kita atau cara kita dilihat dan melihat?

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments