Entry: Iri Tuesday, September 26, 2006



Jika ada sesuatu yang dinamakan 'Resolusi Ramadhan', resolusiku, pastinya adalah: menghilangkan rasa iri.

Aku pengen bisa lebih stabil, pengen jadi 'the good girl', yang orang bisa cerita tentang apa pun yang mereka miliki, dapatkan, kebahagiaan-kebahagiaan mereka tanpa aku harus merasa terancam karena merasa ada sesuatu yang hilang dan iri. Aku pengen nggak terpengaruh ama apa yang mereka capai atau dapat. Aku nggak pengen ngerasa upset. I just want to feel genuinely happy for them. Tulus, ikut bahagia, tanpa syarat. Dan tidak merasa, "hey, I want that too".

Aku ngerasa belum dewasa banget ketika ada temen-temen yang sudah dengan santai bisa be cool about others' achievement, sementara aku masih berkubang di rasa iri yang...yah, big surprise-lah kalo ada rewardnya.

Tapi, aku sendiri masih belum bisa memformulasikan apa itu 'iri' dan apa itu yang bukan 'iri'. Maksudnya, apa itu artinya aku sama sekali tidak menginginkan apa yang didapat oleh orang lain? Tapi aku juga nggak pengen berada dalam kondisi yang tidak menginginkan apa-apa; kalo nggak pengen apa-apa, aku bakal ngerasa puas dengan gini-gini aja dong, dan aku nggak pengen udah merasa puas dengan ini.

Singkatnya ini aja kali ya, aku pengen, orang bisa ngerasa nyaman ketika mereka cerita sama aku tentang kebahagiaan terakhir mereka, rejeki terakhir mereka, dan ikut secara tulus bahagia buat mereka. Tapi aku belum bisa menjawab pertanyaan selanjutnya, "apakah aku bisa secara tulus bahagia buat mereka ketika aku juga menginginkan apa yang mereka dapatkan?"

Entah kenapa, aku yakin dari pengalaman-pengalaman terdahulu, aku bisa kok ikut berbahagia buat mereka. Masalahnya, kenapa sekarang itu jadi susah banget ya?

 

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments