PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< November 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, November 14, 2005
Tentang Nama

Kenapa "Penari Mungil"?
Kenapa "Penari", padahal aku bukan seorang penari.
Kenapa "Mungil", padahal aku juga tidak mungil.

Ada satu adegan, di salah satu film yang aku sukai, "Almost Famous", saat sebagian besar karakter utamanya berada di bis tur, setelah Russell Hammond (Billy Crudup) yang gitaris utama sebuah band di film tersebut, Stillwaters, dijemput dari rumah penggemarnya. Russell baru saja menghabiskan malam dengan gila-gilaan, kabur, setelah bertengkar dengan vokalis band. Ketika Russell kembali di dalam bis, dan semua orang melihatnya dengan tatapan kesal, ia hanya bisa mengetatkan balutan handuk yang menutupi tubuh bagian atasnya yang telanjang. Kemudian ia duduk, dan diam.

Saat bis berjalan, para penggemar Stillwaters melambaikan tangan-tangan mereka, dentingan "Tiny Dancer" milik Elton John pun berawal. Lama-kelamaan, suasana beku di dalam bis mencair, karena satu per satu karakternya mulai menyanyikan lagu itu. Terlalu sentimentil? Mungkin iya. Tapi menurutku, itu adegan sederhana, tanpa dialog, tapi mengena. Langsung terasa perubahan mood karakter-karakternya. Dan menurut saya, "Tiny Dancer" adalah lagu yang indah, juga, entah kenapa, romantis dengan cara yang realistis.

Jadi itulah, saya langsung teringat "Tiny Dancer", atau "adegan Tiny Dancer", yang semoga saja bisa memberi efek yang sama. Merubah suasana hati yang kelam, jadi kembali bahagia.

Dan kutipan yang aku pilih di atas? Bagian itulah yang dinyanyikan, yang menandakan klimaks "adegan Tiny Dancer", saat kesalahan-kesalahan Russel dimaafkan, dan nyanyian mereka semua semakin keras, dibarengi dengan senyuman, dan Russel juga sepertinya bisa memaafkan dirinya sendiri.

Hold me closer tiny dancer, count the headlights on the highway
Lay me down in sheets of linen, you had a busy day today


Pelukan yang erat, menghitung lampu-lampu fluorescent di jalan tol yang sepi saat pulang malam hari, seprei linen setelah hari yang sibuk, ah...semoga kesalahan-kesalahanku di hari ini termaafkan, dan semoga besok, hatiku tak sesakit hari ini.

Posted at 02:39 am by i_artharini
Make a comment  

Tentang Perubahan

Harry Roesli, katanya berjuang untuk perubahan. Dia bilang, "Jangan pernah merasa takut! Yang takut cuma cecurut. Besok atau lusa, perubahan pasti datang. Sadar atau tidak, dituntut atau diarahkan. Terus berjuang! Jangan pernah menyerah demi sebuah kepercayaan."

Sementara, ikon lain yang katanya juga berjuang untuk perubahan, Soe Hok Gie, mengatakan, "Buat apa menghindar? Cepat atau lambat, suka atau tidak, perubahan hanya soal waktu. Semua boleh berubah, semua boleh baru, tapi satu yang harus dipegang: kepercayaan."

Lalu, dia yang kata Rendra menjalang, Chairil Anwar, mengatakan ini tentang perubahan, "Jangan mau jadi pengecut! Hidup sekali harus berarti. Ada yang berubah, ada yang bertahan, karena zaman tak bisa dilawan. Yang pasti, kepercayaan harus diperjuangkan."

Haduh, haduh, haduh.
Kok ya kesannya berat temenan tho?
Lha wong cuma pindah blog aja, kok sampai mengutip kata-kata orang besar yang dipakai sama harian Kompas untuk menandai perubahan, menyongsong 40 tahun usianya.

Apa perubahanku. seperti Kompas, juga demi memperjuangkan kepercayaan?
Hmm...antara iya dan tidak.
Tidak, karena aku mikir, enggak sampe level yang sama dengan Kompas, karena gimana-gimana, ini cuma perubahan blog. Tapi kok kayaknya merendahkan sekali dengan bilang tidak, seperti tidak menghargai usaha sendiri, dan semangat di belakang perubahan blog. Jadi, ya, aku juga bilang iya. Walaupun kepercayaan yang diperjuangkan diharapkan datang dari diri sendiri.

Kepercayaan akan:
1. Kemampuan diri untuk berdamai dengan cerita-cerita masa lalu
2. Kemampuan diri untuk kembali bermimpi (liar, tanpa batas)
3. Kemampuan diri untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu
4. Kemampuan diri untuk berkreasi
5. Kemampuan diri untuk menjadi anak yang lebih berbakti
6. Kemampuan diri untuk menjadi teman yang tidak egois, menawarkan bantuan tanpa diminta, mampu lebih berempati, dan tidak melupakan
7. Kemampuan diri untuk bersabar dan tidak mengeluh
8. Kemampuan diri untuk belajar lebih keras

Setidaknya itu dulu, sepertinya sudah menggeh-menggeh mendaftarnya.

Dan apakah itu semua bisa datang dari sekedar perubahan blog?
Ya, nggaklah. Ngawur aja kalo iya.

Tapi setidaknya blog baru ini jadi titik awal perubahan, memberi warna baru, memenuhi hati dengan kebahagiaan hasil suatu pencapaian kecil, mengeluarkanku dari zona aman, menantang untuk melakukan sesuatu yang lebih, salah satu sarana untuk memulai hidup baru menjadi seseorang yang baru, dan lebih baik, aku harap begitu.

Selain itu sih, masih ada program: One Movie a Day, dan...50 Books a Year (realistis nggak sih sebenarnya yang kedua?) untuk perbaikan diri. Momentum Lebaran kemarin jangan dilewatkan begitu saja, ah. Sayang dong.

Jadi, sekarang rumahku pindah di sini. Selamat datang buat teman-teman yang bisa menemukan jalannya ke rumah baru ini, mungkin dari blog lama ya? (Tapi kalau tidak ada yang datang? Ya sudahlah, pohon di hutan itu tetap jatuh kok walau tidak ada yang mendengar)

Tapi buat yang sudah datang, maaf, masih banyak yang berantakan; shoutbox belum terpasang, tampilan grafis masih sederhana, links...sepertinya masih ada yang belum tercatat. Tapi, terima kasih sudah datang. Dan mohon doa restu, semoga sebelum 2005 berakhir, ada pelajaran-pelajaran baru yang bisa aku dapat dari perubahan yang sedang diperjuangkan ini.

Posted at 01:40 am by i_artharini
Make a comment  

Previous Page