PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< April 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Tuesday, April 25, 2006
Jane Austen lewat Budi Darma

Sejak membaca profilnya Budi Darma di bagian belakang 'Orang-orang Bloomington' dan mengetahui ia pernah menulis disertasi tentang karakter dan penilaian moral atas novel-novel Jane Austen, aku selalu ingin tahu, bagaimana penulis satu itu melihat sosok Austen. Dan bagaimana karya-karya Austen mempengaruhi karya-karyanya sendiri.

Maksudnya, Queen of Romantic Comedy dan seorang maestro absurditas? I failed to see the connection.

Aku cukup kaget mengetahui ternyata ada seorang laki-laki yang suka membaca, setidaknya cukup suka sehingga menganalisa tentang, Jane Austen. Dan ketika laki-laki itu adalah sosok penulis yang aku kagumi, rasa penasaran tentang pengaruh Austen pada Budi Darma makin tinggi.

I'm a big Austen fan. I'm a romantic girl at heart. Dan Austen, benar-benar menangkap semangat romantis itu, tanpa membubuhkan emosi yang meledak-ledak. Cinta pun bisa makes sense, atau harus makes sense.

Buat banyak lelaki, mungkin karakter-karakter perempuan dalam novel-novel Jane Austen hanya dilihat sebagai pengejar pria untuk dijadikan suami. Tapi budaya masa itu memang...ah, well, tak usah diperpanjang lah.

Anyway, salah satu milis yang aku ikuti ternyata memberitahukan bahwa hari ini adalah hari ulang tahun Budi Darma yang ke-69. Mereka lalu menawarkan, siapa nih yang mau ikut mengucapkan selamat.

Aduh, ini kesempatanku satu-satunya. Setidaknya begitu menurutku. Dan, voila,

Selamat Ulang Tahun, Pak Budi Darma!

Semoga selalu diberkahi dengan kesehatan agar bisa terus menulis. Saya
belum pernah bertemu sama sekali dengan bapak, dan saya malu mengakui
sebenarnya, bahwa saya baru membaca karya bapak baru-baru ini. Dan
saya rasa, sama seperti orang-orang yang juga ikut mengirim ucapan
selamat ini, saya mengagumi tulisan-tulisan bapak. Tapi saya punya
pertanyaan untuk bapak, yang entah bagaimana akan terjawab, tentang
Jane Austen.

Ada 2 cerpen dalam 'Orang-orang Bloomington' yang menyebut nama
Willoughby dan Brandon, lalu Lydia Wickham dan Harriet Smith;
nama-nama karakter dalam novel-novel Jane Austen. Dan bapak juga
pernah menulis disertasi tentang karakter dan penilaian atas moral
dalam novel-novel Austen. Bagaimana sebenarnya Jane Austen berpengaruh
pada karya bapak?

Saya memang belum pernah bertemu dengan semua orang di dunia, tapi
saya amat sangat jarang menemukan seorang laki-laki yang membaca Jane
Austen :)

Terimakasih sebelumnya, Pak. Sekali lagi, selamat ulang tahun!

Moderator milis tersebut memang menyelipkan ucapan selamat ulang tahunku bersama ucapan dari yang lain. Tetapi ia kemudian menambahkan, bahwa ia juga menanyakan pertanyaan yang sama pada Budi Darma, dan hasil wawancara itu akan tampil di suplemen Ruang Baca Koran Tempo, edisi Minggu (30/4).

Wuaaa...

Pertanyaanku itu akhirnya bakal kejawab. Huks, aku jadi deg-degan banget deh nunggu hari Minggu nanti...

Hihihihihihihihihi. (Cannot stop giggling)

Posted at 10:40 pm by i_artharini

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry