PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< April 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Sunday, April 23, 2006
Mengintip Keseharian Virginia

Aku sekarang tak lagi takut dengan Virginia Woolf. Aku jatuh cinta dengannya. Aku menilainya sebagai orang yang menyenangkan ketika berbicara tentang buku. Ia memang sosok yang nyinyir ketika berbicara tentang orang-orang di sekitarnya. Tapi aku merasa tak lagi takut membaca tulisan-tulisannya.

Pasalnya, beberapa hari ini aku sedang mencuri-curi baca buku hariannya. Buku itu memang milikku, tapi tetap saja, aku merasa mencuri milik seseorang; rekaman tentang kehidupan kesehariannya. Leonard memang membatasi isi buku harian yang ditunjukkan di buku itu. Hanya tentang proses-proses kepenulisan, berlatih menulis, buku yang rencananya akan ia tulis, esai-esai yang ditulisnya, proses penelitiannya, etc.

Membaca tentang keseharian Virginia membuatku merasa lega. Seorang Virginia Woolf pun memiliki keengganan untuk mulai membaca 'Ulysses' karya Joyce. Lalu ia menulis, baru sekaranglah, pada usia 38 ia bisa mengerti bagaimana otaknya bekerja dan tidak merasa cemas ketika mengalami writer's block. Sampai pada kecemasan-kecemasannya tentang hal yang, kalau terjadi padaku, akan aku anggap sepele, walaupun tetap akan diributkan; seperti tidak teraturnya ia mengisi buku hariannya.

Dan aku merasa lega, seorang Virginia pun akan merasa hancur bila tulisannya tak diterima oleh teman-temannya di komunitas Bloomsbury. Virginia yang mengkhawatirkan resensi-resensi tentang bukunya; walaupun akhirnya ia tetap bersemangat ketika mendapat resensi buruk tapi menerima pujian dari karibnya, Lytton Strachey.

Ada banyak ide tentang mendesain kerangka sebuah novel dalam buku hariannya itu. Dan tentang ide, Virginia adalah sosok yang tepat untuk memberi masukan. Salah satu kekuatan Virginia, menurutku lewat buku harian itu, adalah bentuk. Ia merancang dengan detil bentuk-bentuk tulisan yang akan ditulisnya. Ia berbicara tentang bentuk jauh lebih banyak daripada tentang karakter atau dialog atau setting.

Dan tidak ada keraguan lagi akan kecerdasannya, akan kecintaannya pada kata-kata dan hal-hal detil yang ia lihat sehari-hari, pada bacaan dan sastra yang tak terentang waktu, dan akan menulis.

Ia beristirahat dari menulis novelnya dengan menulis; cerita-cerita kecil atau buku harian atau esai tentang buku. Ini mungkin akan menjadi buku Virginia Woolf pertama yang bisa aku selesaikan. Dari sini, mungkin bisa mulai Mrs D lagi dari awal untuk keempat atau lima kalinya (sebelumnya tak pernah selesai), dan Orlando. 

Ah, aku sedang tidak kehabisan pujian untuk perempuan satu ini.

(Btw, Selamat Hari Kartini!)   

Posted at 08:30 pm by i_artharini

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry