PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< March 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Thursday, March 30, 2006
Bursa Buku Gramedia

I know, I know. I overspend on books. Dan aku udah membeli buku jatah bulan April bahkan saat Maret belum berakhir (...4 hari menjelang Maret berakhir lah..), tapi ketika ada berita bakalan ada Bursa Buku Gramedia, aku nggak bisa nggak datang kan? Walaupun dengan pengharapan yang sudah minim, karena pelitnya Gramedia ngasih diskon.

So.

Datang telat dari yang sudah aku jadwalkan, pakai salah naik bis AC ke arah Kalideres pula, di-grope oleh pengamen di dalam bis (dan masih dimintain duit lagi buat performance-nya. GRRRGGRHHR), diturunin di pinggir jalan tol, kena gerimis pas jalan kaki di Jalan Panjang, dan voila. Akhirnya sampai juga di Gramedia Jalan Panjang.

Pas sampe, udah rameee banget. Gara-gara, 'kids corner'-nya terletak tepat di kiri pintu masuk. Berjuang menyeberangi lautan kepala-kepala mini, dan tiba di depan lift yang antreannya panjang banget. Sementara...tempat bursa buku-nya di lantai 8.

Ya karena nggak sabar, akhirnya naik tangga darurat lah aku. Piece of cake, dalam pikiranku. Agak berat, tapi tetep do-able.

Tiga lantai pertama, masih tetep bisa lari-lari kecil naik tangga.

Empat, kok mulai berat. Nafas terutama. Wow, merokok tuh ternyata ngefek ke sini ya...

Ada dua mbak-mbak di depanku, yang juga agak ndut, milih naik tangga. "Ayo, ayo, kita bisa," kata salah satunya.

"Pelan-pelan aja," kata satunya lagi.

Tapi, pas dari lantai 7 ke 7,5, kaki rasanya udah nggak bisa digerakkan. Dan dari 7,5 ke 8, beneran, udah nggak bisa gerak. Tanpa ngeliat cermin, aku yakin, wajahku pasti udah memucat. Kekurangan oksigen. Kepala rasanya berputar-putar, dan semua kelihatan kuning cerah. Terlalu cerah.

Vertigo seperti ini kah?

Akhirnya, moment of revelation, cahaya dan kerumunan orang di balik pintu merah terlihat juga. Sambil ngos-ngosan akut, langsung nitipin tas, dan memutuskan untuk langsung muterin ruangan tanpa istirahat dulu.

Bad decision.

Akhirnya setelah satu lap, mojok dulu, mengumpulkan nafas dan tenaga. Barulah.. memulai muter lagi, kali ini dengan konsentrasi lebih.

Dan?

Hasilnya...kecewa.

Udah diskonnya dikit, buku terbitan Gramedia mah ternyata nggak ada yang menarik hati. Yang dijual tetep aja yang Sandra Brown, Danielle Steel, tumpukan chick-lit, teenlit, etc, etc. Well, ralat, ada sih yang menarik hati, tapi diskonnya tetep aja cuma 20%.

Ih.

Kalo pas book fair, di outlet lain bisa lebih gede lah diskonnya. Dan ramainya orang-orang itu membuat pertanyaan, "Hoi, people, pada jarang ke book fair lain ya?" menjadi sesuatu yang retoris.

Dan, yang worst of all, mereka menyediakan satu altar pemujaan khusus untuk *brace yourself*...Paulo Coelho.

*menggigil kengerian*

What was I thinking datang ke sini?

(Btw, sebelumnya harus dicatat, aku pulang dengan membeli 'Bel Canto' sama buku Apresiasi Puisi. Dua-duanya sudah masuk ke daftar 'to buy this month', tapi pas kemarin dicari ke Gramedia Matraman pada ngilang dari rak).

Kalau dibandingkan sama karakter di 'The Fountainhead', Gramedia (melihat mayoritas buku-buku yang diterbitkan dan diobral) adalah Ellsworth Toohey; kritikus seni yang bersama komunitas sastra-nya menentukan standar kehebatan suatu karya, dengan menginjak-injak sosok individual yang menonjolkan karakternya seperti Howard Roark yang tidak terpengaruh massa, dan meninggikan karya yang sebenarnya cuma mediocre, tapi dilebih-lebihkan.

Dan melihat diskon yang diberikan. Aduh... please deh. Hari gini, ngadain Bursa Buku diskonnya cuma 20%? Mending nggak usah ngadain sekalian deh...




Currently reading:
The Kite Runner
By Khaled Hosseini



Posted at 07:58 pm by i_artharini

diamante
March 31, 2006   04:13 PM PST
 
huhuuuuu..untunglah aku tak jadi ke sanaaa...sebenernya udah niat pergi secara tempatnya cuma sekali pake metromini dari kosan, tapi karena batuk2 dan feel awful jadinya daku memutuskan untuk bobo aja seharian hehehe...
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry