PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< July 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Thursday, July 31, 2008
Peucang!

If I'm only allowed one big change in life this year, then let it be the start of my travelling years to come.

Peucang sebenarnya adalah perpisahan kecil kita, bukan 'perjalanan' dalam arti sebenarnya. Atau setidaknya seperti yang dimaksudkan Kerouac. Tapi tempatnya sangat indah and it has all the hassles and stories of a travelling experience.

Aku membawa Fiestanya Hemingway, On the Roadnya Kerouac, sama buku puisinya Chairil (karena aku berpikir kata-katanya akan punya resonansi makna yang berbeda ketika keluar dari kungkungan kota) dan hampir semuanya tidak terbaca. Kecuali lima sampai tujuh halaman Kerouac sih.

Against the overflowing masses of blue water, I turn numb when it come to words.

Yang justru terpakai malah bathing suit. It really was some sort of private beach for us. Practically, there's no one.

Bukan hanya pengalaman pasir putih plus laut biru sih, ada light trekking dan canoeing. Lima bulan di dalam ruangan membuatku jadi agak-agak kehilangan kata-kata ketika melihat luar ruang. Cuma bisa bilang, "bagus bangeeettt." 

Hampir semuanya dadakan. Dari sewa kapal, sewa kamar sampai sewa mobil yang membawa balik ke Jakarta. Jatuhnya memang agak mahal, tapi lumayan standar dibandingin perjalanan lain ke tempat itu.

Aku malah jadi merasa kata-kata ini agak-agak tanpa makna. Foto-foto, seperti biasa, ada di Multiplyku dan Facebook.

(Ini masih versi yang nggak lengkap dan amatir. Safiermac, our portable James Nachtwey (hehe), was kind enough to take our picture canoeing, trekking, candidly yet with high technical difficulties. As soon as he burned those photos to a CD (or a DVD ROM), I'll provide the link.)

(And, here's the link. Not photo of us, but of the island for his photo essay. Really dude, 'bergumul di birunya laut', 'jari telunjuk semakin intim dengan shutter kamera', your picture needs no introduction.)

Ok, I'm gearing up for Vietnam and Cambodia.  


Posted at 09:32 am by i_artharini

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry