PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< May 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Tuesday, May 13, 2008
Kangen

"Ah, gara-gara... nggak tau deh. Gue lagi jadi cewek-cewek yang..."
"Elu nelpon ya?"
"Iya. Dan nggak diangkat."

Ah ya, it takes one to know one. Kekangenan melanda akhir pekan ternyata.

Gara-gara kangen, akhir pekan kemarin aku juga sudah bolak-balik mengeluarkan hape.

Namanya sudah dicari. Sudah ditemukan pula. Tinggal dipencet tombol hijaunya. Eh, tiba-tiba si Rani muncul.

Tapi pas lagi lihat-lihat Forever 21, dia ngabur ke kamar mandi.

Artinya ada kesempatan lagi dong untuk nelpon. Hape pun keluar lagi. Lagi-lagi tinggal dipencet tombol hijaunya.

Batal karena pertanyaan: Nanti mau ngomong apa ya?
Speed Racer?
Halah, basi banget.

Belum sampai memutuskan, Rani lagi-lagi sudah muncul. Terus ke supermarket deh.
Eh, ternyata di situ ada obral DVD. Iseng-iseng nyari, jangan-jangan ada 'Waking Life' (duh, ternyata masih belum lepas dari kekangenan juga).

Ternyata malah nemu To Have and Have Not, Victor Victoria, Gaslight, sama Mutiny on the Bounty yang versi Clark Gable. Dari 134 ribu jadi 40 ribu. Plus satu film Perancis, A Man and a Woman.

Tiba-tiba, semua jadi kembali baik-baik saja. Pengalihannya adalah Bogart dan Bacall.

(Timingnya pas banget nggak sih? Baru aja pas Jumat paginya ngomongin tentang Bogart, eh udah nemu film yang mempertemukan mereka. Dengan harga diskon pula. Mungkin ini yang dibilang Photographer of the Year: Tenang aja, Tuhan tidak pernah tidur. Hehehe)

(Hidup yang kosong nggak sih sebenarnya? Mensubstitusi emosi dengan sebuah produk gitu.)

-----
Aku membaca di suatu tempat, tapi lupa di mana. Tentang kangen yang lebih baik diendapkan saja.

Terus pemandu spiritual yang lebih baik tak disebutkan namanya itu juga menyatakan persetujuannya banget-banget. "Kekangenan itu harus diatasi sendiri. Ketika elu berhasil mengatasinya, itu juga sebuah bentuk pencapaian emosional. Jadi nggak harus ditumpahkan setiap waktu."

Dashyat juga.  

Sekadar tambahan, gara-gara To Have and Have Not yang penuh dengan adegan menyalakan rokok, minta korek, minta dinyalakan rokoknya, dst, kredit rokokku tahun ini menipis dengan cepat.

Terlalu cepat malah.

Dari yang cuma 10 per tahun, kok kayaknya sekarang sudah nggak bersisa ya jatahnya?

Anyway.

Aku berusaha untuk tidak tertegun dengan usia Bacall di film itu (19, btw), tapi tetap nggak bisa.

Dia terlihat begitu...tenang dan mantap untuk usia semuda itu. Benar-benar kaya orang yang sudah melihat semuanya dan nggak takut apa-apa lagi.  But yet, she's so young.

Ah, well.

Posted at 05:18 am by i_artharini

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry