PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< December 2005 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, December 26, 2005
Ritual Natal

Hmm.. walaupun tidak merayakan, tapi ada ritual-ritual Natal, atau setidaknya menjelang Natal, yang aku kangenin, seperti...

a. duduk nyaman di tengah ruangan berpemanas di depan tivi, sambil ceklak-ceklek remote dan hanya menemukan berbagai versi dari apa itu.. ceritanya Charles Dickens tentang Ebenezer Scrooge, yang didatangi ghost of christmas past, present, dan future. Terus berakhir dengan Timmy kecil yang berkata dengan suara bergetar, "Merry Christmas, everyone!"

(sebentar, googling dulu...)

AH! 'A Christmas Carol' judulnya!

b. melihat ke luar jendela, bersiap-siap mau pergi keluar, tapi batal, karena ngeliat lautan putih dan jejak-jejak kaki orang, dan membayangkan: hiiii.. pasti dingin banget.

c. ngumpul di kamar seorang temen. Prasma, kayaknya, most likely. Berhangat-hangat, hang out di depan tivi, menghabiskan waktu libur yang kemungkinan akan terus berlanjut sampai malam tahun baru.

Tahun kemarin... oh iya, aku menghabiskan malam Natal di tempat seorang Eyang. Tahun sebelumnya lagi, kayaknya waktu itu ke Weesp deh. Menemani, well, tepatnya diundang sih sama Denny, buat dinner di tempatnya.

Tapi at that moment, ah gila. Bener-bener sendirian. Aku inget hari itu aku tetep ke sekolah, buat cuman sekedar online bentar. Dan akhirnya, luckily, 'ketemu' Denny di messenger.

Tiwas udah sediih banget karena malam Natal bakal sendirian. Tapi ternyata dapet undangan last minute. Hmm, emang tidak merayakan sih, tapi iklan-iklan, billboard-billboard yang dipasang menjelang Natal sudah membangun harapan-harapan akan sekelompok keluarga dekat atau teman-teman yang akan menemani sehingga tidak sendirian. Waktu spesial untuk dihabiskan bersama keluarga dekat lah.

Oh iya, kangen juga sama rush orang-orang belanja di Albertheijn, berjalan di sepanjang Kalverstraat dan ngeliat lampu-lampu di depan toko-toko, Kermis di Dam., toetje-toetje yang semakin mewah dengan semakin mendekatnya Natal dan Tahun Baru. (Dulu aku sering tambah gendut nggak sih menjelang akhir tahun?)

Ah, hidup...aku dulu di mana, sekarang di tempat lain lagi...
*sigh*

Posted at 08:36 pm by i_artharini

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry