PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< April 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, April 25, 2008
Hip Hip Hura Hura

Hari apa ya itu, yang tidur (pagi-siang)nya terasa pulas banget. Dan pas bangun jam setengah empat pun nggak kerasa deg-degan.

Ah gampang itu, udah tau mau nulis apa. Nanti tinggal telpon-telpon aja.

Pastinya nggak bakal jadi karya pemenang Pulitzer, tapi cukup untuk membuatku melalui hari sampai besok. Katanya Ccr, "Mungkin udah masanya kerasa santai kayak gitu." Mungkin ya.

Tapi besoknya, rasanya kredit tidurku jadi minus.

Sampai rumah baru jam delapan, jam sembilan harus bangun karena ada liputan jam sepuluh. Hasilnya jam sepuluh aja baru bangun, cepet-cepet, baru setengah sebelas berangkat ke...Gambir. Yah, mengandalkan ojek tangguh Kampung Melayu lah.

Pas di kantor, tidur dulu deh di bawah mejanya Eva. Tapi sebelumnya bolak-balik koran siang dan membaca artikel yang sampai kebawa mimpi. Padahal baru paragraf pertama yang dibaca. Mimpi kok isinya dikejar-kejar kehendak bebas dalam bentuk yang abstrak. (Btw, aku baru tersadar, apa sih sebenarnya yang dimaksud kehendak bebas itu? Maksudnya, contohnya apa yang bisa dihasilkan oleh kehendak bebas atau... free will ya?) Bangun-bangun, yang pertama dilihat adalah wajah kegelian Bang Vic.

Panik, habis itu. Malam ini kan ngerjain Pop. Dan besok ternyata ada banyak liputan bagus. Yang pertama pagi di Museum Bank Mandiri, terus sore menjelang malam di PPHUI. Kapan tidur? (Hidupku tampaknya sudah teredusir hanya pada pertanyaan ini: kapan tidurnya?)

Dari kantor langsung ke tempat liputan, pulang, cuma tidur satu jam di rumah. Tapi sebelumnya ketiduran di bis yang udah masuk terminal, sampai udah kosong semua baru aku melek. Sangat tidak elegan lah. Kaget megap-megap. Hehe.

Mandi lagi, terus berangkat. Tapi liputannya lumayan hura-hura. Nonton album launch-nya Sore. Sekarang agak terkantuk-kantuk. Masih keingat acara hura-hura tadi.

(Itu judul gara-gara tadi pagi...atau pagi kemarin, kemarin, dengar di iPod-nya Ale--AlePod?--)

Posted at 01:33 am by i_artharini

rani
April 29, 2008   02:46 PM PDT
 
aaaah... aku pulang mau macet2an di bis ah.. mo tidur di P6 tidur yang pulas pastinya.
hahahahhahahahahhaha
isyana
April 28, 2008   06:38 AM PDT
 
ah yaa. so far, it's still urban legend. yang benar, nggak tidur bisa mbuat kita makan kayak perempuan hamil, tapi masih tetap jerawatan, plus lingkaran hitam di bawah mata. yet, we still have the confident to prowl guys like we're garbo :D
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry