PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< February 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, February 08, 2008
Kultur Miskin

Jadi terharu waktu Mbak Wey, si ibu hamil, tadi bilang: "Hore, duit tanggal 5 udah keluar. Aku jadi bisa ke dokter."

Maksudnya, hah, ke dokter buat si ibu hamil delapan bulan itu ternyata tergantung duit tanggal 5? Ya nggak tau apakah dia melebih-lebihkan atau memang kondisinya seperti itu, tapi tadi pagi aku juga pinjam duit ke ayahku, nggak banyak sih, just enough to get me to the nearest ATM. Komentarnya, "Oh, pantesan Papa belum ditransfer.."

Sebenernya kemarin sudah mau menyelesaikan urusan-urusan finansial itu, tapi ternyata ATM Mandiri di kantor rusak, padahal duit di kantong tinggal 6 ribu (!), dan ATM BCA yang oke-oke aja itu sudah nggak ada isinya. Duh, mengenaskan.

Tapi, aku jadi bertanya-tanya.

Mungkin ya, mungkin, berada di pekerjaan ini berarti harus membiasakan diri untuk hidup dengan kultur miskin. Yang hidup dari penghasilan ke penghasilan. Yang kalau ada duit tanggal 5 atau duit pulsa baru bisa ke dokter dan beli pulsa. Yang nggak menyimpan sisa.

Makanya kan begitu sulit buat orang miskin beralih ke gas karena harganya yang tinggi dan mereka nggak terbiasa nabung, sementara dengan minyak tanah, dengan duit seadanya yang ada di tangan, mereka bisa mendapat sesuatu untuk mengepulkan asap di dapur.

Terus, Eva yang biasanya jarang ke kantor tadi terlihat, dandan ayu dan wuangi.

Aku: "Ini yang Carolina Herrera 212 Sexy itu?"
Eva: "Bukan. Ini Clinique Happy Heart."
Ccr: "Ih, sama kayak Safir. Dia juga punya."
Aku: "Mungkin aku harus menyisihkan sebagian gaji buat beli parfum ya biar wangi."
Eva: "Oh nggak usah, Nari. Simpan saja duitmu, tapi cari pria yang mau membelanjakan uangnya untuk membelikanmu parfum."
Aku: "...."

Posted at 05:52 pm by i_artharini

isyana
February 11, 2008   05:17 PM PST
 
hehe, iya, saya punya kesukaan sama kombinasi smart dan sad itu....
Nurul
February 11, 2008   04:12 PM PST
 
"Simpan saja duitmu, tapi cari pria yang mau membelanjakan uangnya untuk membelikanmu parfum..."

haha... smart and -at the same time- sad... so much for being independent ya ;D
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry