PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< November 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, November 19, 2007
Mata Baru

1. Karena aku baru saja menguasai (ulang) teknik aplikasi eyeliner cair yang wicked.

2. Karena aku lagi senang bermain-main dengan efek make-up mata lainnya.

3. Semua transformasi 'Ugly Duckling-Beautiful Swan' berawal darinya. Walaupun, okeee, case in point yang aku punya sebagian besar (atau malah semua) adalah bagian budaya pop.

4. Kualitas Elizabeth Bennett pertama yang dikagumi Mr Darcy adalah "pair of fine eyes"-nya.

5. Walaupun aku ketawa membacanya karena terasa sangat dangkal, tapi merasa Dorothy Parker juga mungkin ada benarnya ketika menulis: Men seldom make passes at girls who wear glasses.

6. Kok aku jadi kelihatan tua ya?

7. Akses yang lebih mudah. Mwahaha.

8. Boks keduanya diskon 50 persen dan punya voucher.


Itu semua, ditambah yang sekarang belum terpikirkan atau kelupaan, adalah alasan kenapa aku memilih kembali ke lensa kontak. Transparan tentu saja. Colored contacts itu kayaknya cuma patut dicoba sekali saja, buat yang penasaran punya warna mata beda. Selanjutnya, au naturelle is the best way to go kayaknya.

Btw minusku yang kiri bertambah. Ugh, masa sekarang udah di kepala 3 sih?

Tapi ya emang kerasa bedanya sih. Pas Minggu siang kemarin nonton CSI:NY di rumah, duduk di tempat biasa, kok kerasanya mukanya si Melina Kanakeredes itu jadi guedeeee banget. Tajam, sampai pori-porinya pun kelihatan. Eh, pas duduk lebih mundur lagi, ternyata Gary Sinise pun masih bisa kelihatan ada komedonya atau enggak.

Ah, jangan-jangan selama dua tahun terakhir ini banyak detil yang terlewat ya. But they're details, toch? Atau itu yang masuk hitungan?

Posted at 05:36 pm by i_artharini

nari
November 20, 2007   08:48 PM PST
 
nintjeeeeeeee, tuh tuh tuh, aku udah apdet kan? heheh. btw, why didn't you tell me before that my glasses are cute? for the next 6 months, aku stuck dengan stok contact nih...

btw lagi, you? forget to regularly pluck eyebrows? WHAT HAPPEN? kmu kan yang memerawani aliskuuuhhh. aku sekarang sering menyerahkannya ke mbak2 facial, tapi karena sekarang udah agak jarang, bentuknya jadi rada2 aneh lagi nih...pluck me, mama.
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry