PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< September 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, September 28, 2007
Terselip

Ah, akhir-akhir ini jadi terasa terlalu sibuk hidup, tapi tak cukup sering melakukan pencatatan. Padahal ada banyak cerita-cerita yang harusnya bisa muncul di sini, tentang dua kali ke Yogya dalam dua minggu berturutan untuk urusan yang berbeda-beda, sekitar sebulan lalu. Lalu ada juga tentang mimpi-mimpi yang indah, hehe. Dan sedikit curhatan tentang kantor yang mengantagonisasi sejumlah orang, internal maupun eksternal.

Walaupun potensi otak masih jauh lebih besar dari yang biasanya dipakai manusia, tapi otakku serasa mau meledak menyimpan detil-detil itu. Mau dicatat, tidak punya waktu. 'Catat sedikit-sedikit saja, tidak usah terlalu banyak,' tapi otakku tidak bekerja dengan cara itu. Sekali bendungannya dibuka, aduh, bakal terus ngalir sampai kehabisan, sebelum kemudian terisi lagi.

Duh, pusing, kepalanya terasa berat dan penuh. Mau unload, sengaja ditahan-tahan, karena masih ada dua tulisan @ 50 barisan buat Senin midmorning. Ayo, Nari, back to work, ya.

Posted at 10:06 pm by i_artharini

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry