PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< August 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, August 20, 2007
The Philadelphia Story

Setiap perempuan muda sepertinya harus memiliki Cary Grant sebagai mantan suami yang berusaha dengan segala cara, turning tricks and everything, untuk memenangkan kembali hati mereka.

Damn, I want Cary Grant as an ex-husband yang menerapkan semua tipu daya in order to win me back. The Philadelphia Story dan His Girl Friday ternyata punya satu elemen itu yang sama. Cary Grant sebagai mantan suami yang berusaha dengan segala cara agar mantan-mantan istri mereka kembali padanya.

Tapi, that man, aduuuhhh. So charming, so handsome, tough dan cuek dan seksi tapi tetep rapi. Oufff.

Oke, oke, Philadelphia Story dulu kali ya.

Aku sempat terkagum-kagum sama Zadie Smith yang mengaku bisa hafal baris per baris dialognya "The Philadelphia Story". Tapi, setelah nonton 1 3/4 kali selama akhir pekan kemarin, ternyata nggak sesusah itu menghafalnya. Maksudnya gini, I wasn't even trying, tapi kalimat-kalimatnya tuh udah penuh ritme dan sederhana gitu.

Yang ada di pucuk kepalaku contohnya, (Katharine) Hepburn dan Jimmy Stewart lagi berbicara tentang buku yang ditulis karakter Stewart.

"Why, they're beautiful. They're almost poetry."
"Don't kid yourself. They are."
"You talk like these (sambil menunjuk ke dada Stewart) and then you write like these (menunjuk ke buku). Which is which?"

Atau, "The time to make up your mind about people is never."

Hmm. Aku susah memulai menceritakan tentang betapa lezatnya film ini. Ini sesuatu yang harusnya ditonton sendiri. Ceritanya sih sebenarnya sederhana. Seorang sosialita yang pernah sekali bercerai dengan karakter Cary Grant, mau menikah lagi, tapi ia diperas oleh seorang editor majalah gosip untuk memberikan hak liputan utama sama seorang penulis dan fotografer. Jimmy Stewart jadi penulisnya.

Saking berkilaunya permainan ketiga aktor utamanya, aku jadi bingung mau berfokus di mana. Hepburn is grand, Grant is dashing, dan Stewart....lucu, aku tidak pernah mengasosiasikan dia sebagai aktor yang flirtatious, tapi di sini, dia bisa menawan dan menggoda dengan cara yang sama sekali berbeda dari Grant. Antara itu atau ya, memang secara umum, aku suka pria-pria tampan. Hehe.

Tapi ini, ada dua baris dialog yang menurutku, setelah melihat keseluruhan filmnya, menjadi esensi dari identitas perempuan selama ini. Oke, oke, aku tidak bermaksud menyempitkan arti film ini sekadar jadi sesuatu buat pesan feminis, tapi salah satu unsurnya lah.

Tunangan Tracy Lord, karakter Katharine, George Kittredge bilang, "A husband expects his wife to behave herself, naturally." Sementara CK Dexter Haven-nya Cary Grant bilang, "To behave herself naturally."

Merasa nggak sih kalau pertentangan antara dua hal itu adalah dilema perempuan dalam mengekspresikan dirinya? Selalu ada kesenjangan antara behaving seperti yang diharapkan dan berlaku seperti dirinya sendiri. Buat aku, yang ideal memang apa yang dikatakan karakter Grant, tapi yang sering kejadian adalah I behave myself seperti yang diharapkan. Atau keberaniannya belum ada untuk behave myself naturally?

Posted at 03:51 pm by i_artharini

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry