PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< July 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Sunday, July 15, 2007
Mix Tape di Gym

Tahu kan kalau gym-gym itu selalu punya musik yang berdentam-dentam, nggak kalah sama di club-club. Fungsinya sih, menurutku sama aja, to get people go down and work/dance their assess off.

Nah, karena ini mix-tape atau mix-mp3-nya didengarkan komunal, jadi kan nggak bisa repeat atau mencari track yang kita pengenin. Jadi, ada beberapa kesempatan yang mungkin nggak ada artinya apa-apa, tapi buatku bisa jadi bahan bakar imajinasi sendiri. Kayak misalnya...'Sexy Back' yang muncul pas baru aku mulai jalan di treadmill, jadi masih pemanasan gitu, belum panas-panas banget buat langsung lari atau berjalan cepat sesuai ritmenya lagu itu. Atau, 'Promiscuous'-nya Nelly Furtado yang muncul pas udah selesai sesi pembakaran dan lagi main-main alat pembentukan. Dan, ini yang paling annoying, 'Like a Virgin' udah tiga kali main di saat-saat yang tidak tepat, maksudnya seharusnya main pas sesi lagi workout. Walaupun, pas pertama kali main bukan sesuatu yang tidak menyenangkan juga sih occassionnya.

Ah-hem, ceritanya lagi di shower, terus ada deh, "I made it through the wilderneeessss...somehow I made it throuuuugghhh..." dan langsung loncat-loncat sambil nyanyi-nyanyi. Yah, tiba-tiba kok ya langsung jadi nge(lamun)-jo(rok). Shower komunal, terus membayangkan tiba-tiba ada cowok dengan abdomen dan lengan yang sempurna kayak dipahat tiba-tiba mengetuk pintu kaca dan bertanya padaku: "Can I shampoo your hair?"

To which, I cheekily replied, "Which hair?" Mwahahaha. Gara-gara "Like a Virgin" terus merasa jadi bintang of my own wet dream deh.

Oh ya, for the record, aku nggak pernah sekolah yang ada shower komunalnya. Jaid imajinasi-imajinasi puber kaya gitu pasti muncul akibat pengaruh dari film-film teen Hollywood.  

Dan, terakhir, baru-baru ini, 'Umbrella'-nya Rihanna itu muncul pasti pas aku udah selesai dandan dan mau berangkat. Ugh.


Posted at 11:14 pm by i_artharini

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry