PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< July 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, July 06, 2007
Candide or Optimism

Hmm, aku merasa pisuhanku dijawab deh sama Tuhan. Oke, mungkin aku sombong memikirkan kemungkinan itu. Tapi gini, pas lagi jalan-jalan ke Goedang Boekoe di Pasar Festival, menemukan buku karyanya Voltaire judulnya "Candide". Harganya Rp 10 ribu. Bekas, pastinya. Sempat berpikir-pikir, beli atau tidak, sebelum akhirnya memutuskan beli.

Salah satu faktor pendorongnya, ah-hem, agak malu mengakuinya, tapi mantan pacar menambahkan judul buku ini dalam "Favorite Books" profil Friendsternya. Nambah ke profilnya sih udah lama. Hampir setahun ada kali. Tapi entah kenapa, ketika sekarang udah nggak ada perasaan apa-apa lagi, baru tergoda untuk beli. Pas mbaca pun sama sekali nggak keingat sama si mantan.

Ternyata, buku itu, which I come to love, adalah sebuah jawaban sepanjang 150 halaman akan pertanyaan: benarkah bahwa "all is for the best" dan benarkah dunia ini adalah "the best of all possible worlds"? Tahu kan, di posting sebelumnya aku menulis tentang aku nggak bakal percaya lagi sama "all is for the best".

Pada akhir buku, aku memang menemukan jawabannya dan, in a way, memang membenarkan apa yang aku pikir sebelumnya. Bahwa "all is for the best" itu nggak berlaku lagi. Tapi Candide juga memberi penyadaran bahwa 'tugas' kita itu lebih besar dari sekedar kenaifan buta akan sisi baik dari semuanya. Dan nasib buruk itu ternyata milik banyak orang. Kayak karakter Old Woman di novella itu, kalau ditanyain ceritanya semua orang di kapal yang ditumpangi Candide, pasti semua orang punya their own share of misuh-misuhin dunia tempat mereka dilahirkan dan nasib mereka.

Ritme bukunya dan alur ceritanya mengingatkanku akan film-film Monty Python; getir tapi konyol, filosofis tapi ringan, kejam tapi cartoon-y.

Hhmmm. I think I just did it again accidentally, menulis lebih fleksibel daripada di Kerlip Teenlit. Aarrgggh.

Posted at 10:29 pm by i_artharini

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry