PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< May 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, May 11, 2007
Kepala Perempuan

"I no longer make a mistake in assuming that all women are feminist."

Director Asia Pacific Programme Amnesty International, Purna Sen, dalam diskusi terbatas tentang 'Violence Against Women: The UK Experience' di British Council, Jakarta.
-------

Itu jawabannya ketika ada peserta yang menanyakan gimana Margaret Thatcher, sebagai kepala pemerintahan, membantu isu kekerasan terhadap perempuan semakin disoroti masyarakat.

Purna juga bilang, it doesn't matter that much, dengan semakin banyak head of state yang perempuan. Karena, untuk bisa survive di politik dan mencapai posisi puncak, pasti bakal ada kompleksitas-kompleksitas atau keradikalan yang disederhanakan. Tapi lebih penting untuk melihat semakin banyaknya anggota legislatif perempuan, karena di situ lebih banyak aktivitas yang terjadi, "law-making, debate on policies," beberapa di antaranya.

Just a note.

Posted at 07:16 pm by i_artharini

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry