PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< March 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Thursday, March 29, 2007
Cerita Tentang Kecerobohan

Lemes deh waktu denger mbak-mbak Halo BCA ngasih tau: "lalu ada penarikan 500 ribu, 500 ribu, 500 ribu dan 300 ribu." Waktu itu, Selasa sore, di pelataran sekitar kolam Rumah Sakit Pusat Pertamina.

Setiap kali si mbak Reva (bener, namanya Reva) nyebutin jumlah-jumlah itu secara berturutan, aduuhhh...ada satu lagi pisau ditancepin di hati. Darahku serasa makin turun tiap kali penarikan-penarikan itu disebutin.

Huks, padahal kan itu ada buat tabungan liburan Grand Asia Tour, buat mbayar cicilan utang juga. Kenapa sih aku bisa seceroboh itu lupa narik kartu ATM?

Kehilangan uang jadi satu masalah emang, tapi yang paling mbuat aku ngerasa jadi korban tuh pas tersadar, kok ya ada ya orang yang tega ngelakuin kayak gitu. Ada kemungkinan, pelakunya juga orang-orang berseragam biru, karena lokasi ATM yang emang di kompleks kerja kita. Untungnya, Senin itu belum gajian. Ternyata ada hikmah juga gajian tanggal 28.

Si QQ ngomong, 'Nari, masak kamu nggak inget sih siapa orang sesudahnya? Soalnya aku juga pernah kayak gitu, selang berapa menit aja, aku balik lagi, udah dimintain nomor PIN lagi.'

Berarti ada orang pas sesudah aku. Tapi aku bener-bener nggak inget. Dan kalau pun aku inget warna-warna biru, ada kemungkinan itu karena imajinasiku menginginkan adanya warna biru di pakaian orang sesudah aku. Biar agak bisa menjawab siapa pelakunya.

Tapi kalo dipikir-pikir, kalo CCTV-nya berfungsi dan aku dikasih izin ngeliat siapa orangnya dan aku bisa ngenalin orangnya, apa yang bisa aku jadiin bukti dia nyuri duitku? Gambar CCTV, kalau ada, cuma menunjukkan orang sesudah aku lagi ngambil ATM. Tapi kan nggak keliatan prosedur apa yang dia lakukan. Yah, mungkin bisa dibuktiin sih, CCTV nggak merekam aku ngambil kartu, sehingga kesimpulannya siapa pun setelah itu melakukan transaksi atas beban kartuku.

Hari pertama itu sih aku cuman mencoba memahami: siapa sih yang tega berbuat gitu? Dan aku beneran menghadapi kesulitan memahami hal kayak gitu. Kalo bener dia pekerja berseragam biru...apa motivasinya, iseng? Udah tanggal tua?

Dan kalo bener pelakunya pekerja berseragam biru, damn...berarti ada orang di kompleks kerja ini yang mentalnya perampok?

Katanya seorang psikiater yang pernah ngasih materi waktu seminar Modalitas Bantuan Kesehatan Jiwa Pasca Trauma, kemampuan menceritakan kembali secara runtun adalah suatu tanda menuju kesembuhan dan meminimalkan trauma yang terjadi. Ya, mungkin ini salah satu cara untuk sembuh. Dan tentunya nggak ngulangin lagi kesalahan itu. (Hint, hint: kejadian serupa terjadi Januari lalu, tapi saldo waktu itu aman. Nari, please be careful.)

Tapi, aku belum menceritakan bagian ini ke ortuku. So, do I still have a chance for recovery from trauma?

Posted at 03:47 pm by i_artharini

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry