PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< December 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Wednesday, December 06, 2006
Bocor

Ajaib.

Oke, mungkin tidak terlalu.

Tapi, ternyata blog ini masih nyala juga. Duh, I almost felt that I have turned into someone new dari sejak terakhir kali ngisi blog ini. But, no, still the same. Entah fortunately atau unfortunately.

Aku cuma ngalamin banyak hal aja. FAM Trip ke Yogya-Bali sama fellow international journalists. Itu banyak kenangan indahnya. Terus, dateng ke nikahannya Anti yang jadi kayak reuni kecil sama teman-teman SMA. Pulang dari Bali, udah langsung ngejar-ngejar Nawal el Saadawi dan dapet pencerahan-pencerahan. (Sudah berencana untuk mengupload hasil wawancaranya di sini, tapi belum sempat-sempat. Transkripnya juga masih belum lengkap). Sempat juga wawancara seorang penyair dan penulis naskah drama asal Canada yang ikut memberi cara baru dalam memaknai tulisan.

Dua minggu kemudian, setelah liputan-liputan yang membuat aku agak susah bernafas, eh dapet undangan lagi ke Sikka. Tapi dong, semalem sebelumnya harus ikut Raker ke Putri Duyung Cottage. Pengen ditinggalin sih sebenarnya. Tapi, sayang kan, ketika kamu ditawarin kesempatan untuk bersuara atau bertanya tentang hal-hal yang tidak memuaskan di lingkungan kerjamu, masak mau dilewatin gitu aja?

Pergi Jumat pagi, pulang Minggu malam. Sekarang Rabu, Kamis besok pagi udah mau berangkat lagi. Hmm, aku jadi mempertanyakan hasil kerjaku gimana nih. Kok kayaknya jadi banyak banget ya utang tulisannya.

Dan, di sela-sela semua itu, masih ada kelas malam yang aku ikutin. Whoa, so many new people's faces and characteristics. So many memories. So many things to write down.

Sebentar, aku harus mengambil nafas.

Ruang kontemplasi? Kok kerasanya jadi ilang ya? Jadi kayak nggak punya waktu buat duduk sebentar dan berpikir. Benar-benar, literally, mengejar deadline. Nggak heran kalau penilaianku masih belum bisa mengejar deadline.

Dan ini, satu lagi tentang kejar-mengejar. Aku merasa sudah harus memperhatikan kesehatan badan nih, ngurangin berat badan. Sekarang jalan-jalan dikit aja udah ngos-ngosan. Degup jantungnya jadi tambah cepat secara signifikan. Pertanda buruk. Pertanda buruk.

Oke. Aku masih harus nandain daftar nama-nama sekolah. Terus, pulang. Terus, packing. Terus, off to airport. Kembali, Jumat sore.

Good Luck and Good Night.

Posted at 10:21 pm by i_artharini

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry