PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< September 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Tuesday, September 26, 2006
Iri

Jika ada sesuatu yang dinamakan 'Resolusi Ramadhan', resolusiku, pastinya adalah: menghilangkan rasa iri.

Aku pengen bisa lebih stabil, pengen jadi 'the good girl', yang orang bisa cerita tentang apa pun yang mereka miliki, dapatkan, kebahagiaan-kebahagiaan mereka tanpa aku harus merasa terancam karena merasa ada sesuatu yang hilang dan iri. Aku pengen nggak terpengaruh ama apa yang mereka capai atau dapat. Aku nggak pengen ngerasa upset. I just want to feel genuinely happy for them. Tulus, ikut bahagia, tanpa syarat. Dan tidak merasa, "hey, I want that too".

Aku ngerasa belum dewasa banget ketika ada temen-temen yang sudah dengan santai bisa be cool about others' achievement, sementara aku masih berkubang di rasa iri yang...yah, big surprise-lah kalo ada rewardnya.

Tapi, aku sendiri masih belum bisa memformulasikan apa itu 'iri' dan apa itu yang bukan 'iri'. Maksudnya, apa itu artinya aku sama sekali tidak menginginkan apa yang didapat oleh orang lain? Tapi aku juga nggak pengen berada dalam kondisi yang tidak menginginkan apa-apa; kalo nggak pengen apa-apa, aku bakal ngerasa puas dengan gini-gini aja dong, dan aku nggak pengen udah merasa puas dengan ini.

Singkatnya ini aja kali ya, aku pengen, orang bisa ngerasa nyaman ketika mereka cerita sama aku tentang kebahagiaan terakhir mereka, rejeki terakhir mereka, dan ikut secara tulus bahagia buat mereka. Tapi aku belum bisa menjawab pertanyaan selanjutnya, "apakah aku bisa secara tulus bahagia buat mereka ketika aku juga menginginkan apa yang mereka dapatkan?"

Entah kenapa, aku yakin dari pengalaman-pengalaman terdahulu, aku bisa kok ikut berbahagia buat mereka. Masalahnya, kenapa sekarang itu jadi susah banget ya?

 

Posted at 04:06 pm by i_artharini

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry