PENARI MUNGIL


(Saya bukan seorang penari. Pun sangat jauh dari mungil. Tapi, tahu kan adegan 'Tiny Dancer' di 'Almost Famous'? Sensasi membahagiakan dari adegan itulah yang saya kejar..)



Hold me closer, tiny dancer

Count the headlights on the highway

Lay me down in sheets of linen

You had a busy day, today


("Tiny Dancer" - Elton John)





"...the quest for transcendence has always been closely linked to the ecstatic release of dancing."
(Resensi RollingStone atas sebuah album pop)

Mr. Darcy: "So what do you recommend, to encourage affection?"
Elizabeth Bennet: "Dancing, even if one's partner is only tolerable."
(Pride & Prejudice, 2005)


perempuan, 1983, lovesick soul, berjalan kaki, belajar menulis, menonton film, ingin keliling dunia, Billie Holliday, Jane Austen, 'Franny and Zooey', cerita pendek F Scott Fitzgerald, lagu-lagu sedih, kecanduan membeli buku second, deretan buku di lemari, berkeliling dengan bis kota, mengepak koper, menari bebas, Vogue, sepatu, bad boys, kopi, kuliner, foto, semua yang vintage, genggaman tangan, pelukan hangat, detil percakapan antara manusia, kegelisahan, kesepian, ruang pencarian, belajar dewasa, museum dan bangunan tua, hari hujan, sinar matahari hangat di hari berangin, airport, stasiun kereta, dan pertanyaan tanpa akhir

YM: isyana_artharini
Email: i.artharini@gmail.com
   

<< August 2006 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Monday, August 28, 2006
Katalis

Pas kuliah dulu, aku sering banget ke ABC buat mbolak-mbalik majalah fashionnya secara gratis, atau mempergunakan 10% (atau 20 ya?) student discountnya beli majalah fashion. Seringnya emang In Style, tapi kadang kalo lagi mau rada hardcore, ya beli Vogue.

Sejak di sini, atau bulan-bulan terakhir di Amsterdam lah, kayaknya udah jarang beli majalah-majalah mode. Apalagi pas udah di Jakarta.

Nah, kemarin, pas sebelum berangkat ke Manado, kan naik Garuda lewat terminal 2, yang bandara internasional. Dan ada Periplus-nya. Eh, ternyata Vogue yang aku niatin buat beli, edisi September yang covernya si Kirsten Dunst dalam dandanan Marie Antoinette itu udah terbit (Bener-bener nggak sabar deh pengen cepet-cepet nonton film ini...).



Langsung kepikiran mau beli. Tapi, be rational, Nar. Ini udah tanggal berapa, dan perjalanan elu kan udah ditanggung. Beli aja, sooner or later you'll buy it, anyway.

Bolak-balik, bolak-balik, akhirnya...

"Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 603 tujuan Balikpapan dan Manado akan segera diberangkatkan. Para penumpang diharap menaiki pesawat melalui pintu F6."

Oke, langsung aku ambil deh.

Ternyata, I hit the jackpot. Iya ya, ini kan edisi autumn, yang tiap September pasti Vogue tuebel bukan main. Wuhuuu, wuhuuu, wuhuuu. Plus, harganya yang aku kira sekitar Rp 120ribuan itu ternyata...'cuma' Rp 89 ribu.

Setelah perjalanan total 4 jam, aku baru mulai mbaca di kamar hotel. Waaa, baruu liat halaman iklannya yang bisa jadi satu majalah sendiri itu aja, udah jadi punya inspirasi-inspirasi baru.

Liat daftar isi dan deskripsi dari tiap artikel juga jadi punya ide-ide baru lagi. Seminggu lalu benernya sempat beli buku di QB Plaza Senayan, judulnya "How To Wear High Heels", panduan tentang fashion dan style gitu. Tapi Vogue, masih tetap ngasih lebih banyak.

Fungsi Vogue sebagai katalis juga pernah aku baca di "Cold Comfort Farm", novel dengan setting tahun 1930an, di mana salah satu tokohnya diinspirasi untuk melihat dunia lewat satu edisi majalah ini.

And it is. It shows me the movies that I should see, the music that I ought to try to hear, the places, the people that I can dub as my source of inspirations, the quirky artists and designers, and of course, fashion in all its glory.

Tapi kadang gini, aku baru sampe halaman 244, dan itu baru ada dua artikel yang muncul. Sisanya iklan. Boring? No, great even. Tapi, di halaman 244 yang aku kasih 'pembatas buku' itu, setelah mbaca artikelnya Andre Leon Talley, editorial dari Anna Wintour, sama tulisan tentang Warren Beatty, kadang aku nggak bisa nahan ketawa.

Wow, orang-orang ini benar-benar take themselves too seriously. Maksudku, Warren Beatty ditulis sebagai a thinking woman's sex god? The guy was just plain narcissistic, he loooooovvvvveeee hearing himself talk. Terus tulisannya Andre Leon Talley? Pujiannya buat seorang desainer sepatu baru lebih mirip surat cinta.

Dan aku juga jadi ngetawain diriku sendiri, aku memakai pembatas buku buat nandain halaman majalah? Oke, oke, itu majalah memang 754 halaman, tapi it's just a magazine, toch? Bukan...bukan... bukan buku beneran gitu.

(just a note: Rani ngomong, "mbak Nari, kamu nggak mau nge-hardcover-in Vogue-nya? Nanti halamannya pada rusak-rusak lhoo, copot-copot lhooo..)

Hehe, jangan-jangan aku udah jadi kayak salah satu cewek di episodenya Sex and the City yang 'Models and Mortals', si cewek model itu bilang: "I'm really very literary, you know. I read magazine from cover to cover..."

Posted at 10:22 pm by i_artharini

Syl\'v
September 1, 2006   11:02 PM PDT
 
huaaaa...gw nyaris beli kmrn di borders!tp krn tebel bgt males :p berat bo bawanya!pdhl udah cinta bgt ama covernya! i love kirsten dunst!can't wait for the movie too! worth it ya dibeli? huhuhuh jd nyesel, krn gw akhirnya beli Elle!
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry